Seputar Sidang Setya Novanto: Tertawa Soal Jarum Infus Anak, Kode Miras dan Kunjungan Anak Bungsu

Dikonfirmasi soal jarum infus yang dipakai adalah untuk anak-anak, Setya Novanto tertawa dan itu dibantah olehnya.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/1/2018). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterang saksi dari Andi Narogong, Made Oka Masagung, Mirwan Amir, Charles Sutanto Ekapraja dan Aditya Suroso yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mantan Ketua DPR Setya Novanto kembali menjalani sidang lanjutan dugaan korupsi proyek KTP elektronik atau e-KTP pada Senin (12/3/2018).

‎Dalam sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, Senin (12/3/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan lima saksi ahli.

Berikut fakta-fakta yang TribunJakarta rangkum dilansir dari Tribunnews.com:

Novanto Tertawa Soal Jarum Infus Anak

Setya Novanto
Setya Novanto (Tribunnews.com/ist)

Dalam dakwaan dokter Bimanesh Sutardjo, terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP. Disebutkan Setya Novanto dipasang infus menggunakan jarum anak-anak.

Awalnya, Bimanesh menyuruh perawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau ‎untuk hanya menempel jarum infus di tangan Setya Novanto pasca kecelakaan menabrak tiang listrik.

Baca: Karena Cuitan di Twitter, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Namun perawat tersebut tetap memasangkan infus di tangan Setya Novanto.

Infus yang dipakai ialah infus kuning,‎ untuk anak-anak.

Dikonfirmasi soal jarum infus yang dipakai adalah untuk anak-anak, Setya Novanto tertawa dan itu dibantah olehnya.

"Enggak lah. Saya bangun-bangun sudah ada infusnya. Masa infus anak-anak," ucap Setya Novanto lalu tertawa, Senin (‎12/3/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Setya Novanto menegaskan saat berada di ruang rawat inap VIP, dirinya benar-benar diinfus. Karena jika tidak diinfus maka makanan maupun obat tidak bisa masuk.

"Kalau diinfus ya benar-benar. Pembuluh saya itu kecil, ketika sadar sudah ada infus. Kalau enggak, obat gak bisa masuk," terangnya.

Lebih lanjut, dikonfirmasi soal dirinya sendiri yang meminta kepalanya diperban saat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, seperti yang tertuang di dakwaan Bimanesh, Setya Novanto menyatakan siap menjelaskan di persidangan.

Kode Minuman Keras

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved