Seputar Sidang Setya Novanto: Tertawa Soal Jarum Infus Anak, Kode Miras dan Kunjungan Anak Bungsu

Dikonfirmasi soal jarum infus yang dipakai adalah untuk anak-anak, Setya Novanto tertawa dan itu dibantah olehnya.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/1/2018). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterang saksi dari Andi Narogong, Made Oka Masagung, Mirwan Amir, Charles Sutanto Ekapraja dan Aditya Suroso yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

"Iya saya diberi uang Rp 20 juta, saya belikan motor tiger secon. Motornya sekarang saya jual. Uang itu dari tugas saya yang disuruh mengambil uang. Pak Irvanto bilang dia lagi ada proyek, lalu nanti saya diberi honor," ucap Ahmad saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/3/2018).

‎Ahmad juga menyatakan saat itu dia bekerja sebagai kurir di PT Muarakabi dan PT Mondialondo yang berkantor di Menara Imperium. Selama bekerja, dia digaji oleh Irvanto sebesar Rp 2.250.000 per bulan.

"Berarti pas diberi honor Rp 20 juta besar ya?" tanya hakim.

"Iya bu, baru itu saja saya dikasih. Beliau (Irvanto) sudah janji mau kasih motor dari proyek dia. Lalu ternyata saya dikasih uang," jawab Ahmad.

"Tahu tidak uang itu dari mana?" cecar hakim lagi.

"‎Tidak yang mulia, saya tahunya itu dari proyek pak Irvanto," jawab Ahmad.

"Saksi tidak tahu itu apakah uang e-KTP?" kembali hakim bertanya pada Ahmad.

Ahmad lantas menjawab dia tidak tahu asal usul uang, menurutnya itu bukan dari proyek e-KTP, karena perusahaan Irvanto kalah saat pengadaan e-KTP.

Novanto Sebut Keponakannya Jadi Kurir Andi Narogong

Di akhir sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/3/2018) Setya Novanto membuat pengakuan soal keonakannya, Irvanto Hendra Pambudi yang kini menjadi tersangka di kasus korupsi e-KTP yang disidik KPK.

Mantan Ketua DPR RI ini mengungkap keponakannya itu adalah kurir dari pengusaha Andi Narogong untuk bagi-bagi uang proyek e-KTP. Sebagai imbalan, Irvanto diberi pekerjaan dalam konsorsium.

"‎Saudara Andi menyampaikam bahwa dia telah melakukan pengiriman-pengiriman uang kepada pihak-pihak diantaranya disebutkan saya juga menyuruh kepada saudara Irvanto. Nah saya dalam akhir-akhir ini mencoba untuk mendekati Irvanto melalui keluarga," tutur Setya Novanto di Pengadilan Tipikor.

Hasilnya, memang benar ada beberapa pihak yang diminta oleh Andi untuk mengantarkan uang, satu diantaranya adalah keponakannya sendiri, Irvanto Hendra Pambudi.

"‎Irvanto dijanjikan kerjaan konsorsium untuk diminta membantu mengantar-mengantar. Jumlah-jumlahnya saudara Andi yang menyampaikan pada saya dan itu udah saya sampaikan ke pihak penuntut umum melalui penyidik," terang Setya Novanto.

Atas pernyataan Setya Novanto, majelis hakim memerintahkan pada jaksa penuntut umum pada KPK untuk membuka keterangan Setya novanto.

"Sebaiknya saat pemeriksaan terdakwa dibuka aja biar masyarakat tahu. Dibuka aja catatan-catatan oleh terdakwa kepada Jaksa," tambah hakim.

Setya Novanto Dikunjungi Anak Bungsu

Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor
Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor (Tribunnews.com/ Theresia Felisiani)

Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto mengaku sempat beberapa kali dikunjungi oleh anaknya yang paling bungsu, Giovanno Farrel atau yang akrab disapa Farrel.

Diketahui Farrel merupakan anak terakhir dari istri kedua Setnov, Deisti Astriani Tagor.

Deisti sempat menyatakan jika menjenguk Setya Novanto di Rutan KPK, Farrel terpaksa bolos karena hari jenguk merupakan hari biasa.

Sebelum menjalani sidang lanjutan pada Senin (12/3/2018), ‎mantan Ketua DPR RI tersebut bercerita, saat Farrel menjenguknya ke Rutan KPK.

Ketika menjenguk sang ayah, Farrel sempat menanyakan kondisi ayahnya selama berada di dalam penjara.

"(waktu berkunjung) nanya bapak gimana. Udah bisa olahraga? Olahraga dimana? Ada tennisnya apa enggak," papar Setnov menirukan pertanyaan anaknya.

Mendengar pertanyaan anaknya itu, Setya Novanto pun tertawa. Dia merasa bangga terhadap Farrel yang tidak minder ketika ayahnya menjalani masa hukumannya di KPK.

"Saya pikir dia minder. Ternyata engga. (Farrel) sangat tabah dan saya hormat dan bangga," ungkapnya.

Tidak hanya itu, ketika mengunjungi Setya Novanto, Farrel sempat menceritakan kegiatannya di sekolah. Farrel juga ‎sering membuat tulisan tentang ayahnya ‎di sebuah buku.

"Dibikin di buku tulisan gitu. Novanto dibalik, love papah. Saya Simpan saja. Sekarang ada nih (tulisannya)," singkatnya. (Tribunnews.com)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved