Kasus First Travel

Sidang Lanjutan First Travel Hari Ini Hanya Dengarkan Keterangan Satu Orang Saksi

Dalam keterangannya Abdul Salam mengaku merupakan jemaah First Travel dari tahun 2011

Sidang Lanjutan First Travel Hari Ini Hanya Dengarkan Keterangan Satu Orang Saksi
TribunJakarta.com/Muslimin Trisyuliono
Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan First Travel beragendakan dengarkan keterangan saksi meringankan dari kuasa hukum terdakwa di Pengadilan Negeri Depok, Senin (16/4/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muslimin Trisyuliono

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Dua saksi yang direncanakan dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan penipuan First Travel ternyata hanya satu yang hadir.

Wawan Ardianto kuasa hukum terdakwa rencananya hari ini menghadirkan dua orang saksi yang meringankan yaitu Nadir sebagai ketua paguyuban umrah dan Abdul Salam sebagai calon jemaah.

Namun sidang baru dimulai pukul 11.50 WIB dengan mendengarkan keterangan saksi calon jemaah Abdul Salam.

Sidang kasus dugaan penipuan First Travel sempat tertunda akibat aksi damai pedagang pasar kemiri muka yang dilakukan di depan Pengadilan Negeri Depok.

Dalam keterangannya Abdul Salam mengaku merupakan jemaah First Travel dari tahun 2011.

"Saya sudah menjadi jemaah sejak tahun 2011, setiap tahun saya selalu ikut," ujar Abdul Salam dalam pembukaan persidangan.

Ketiga terdakwa Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraidah terlihat santai mendengarkan jalannya persidangan.

Baca: Ketua Komisi Perlindungan Anak Kota Bekasi Berharap Dugaan Persekusi Diselesaikan Secara Hukum

Ketiga terdakwa dalam sidang kali ini hanya ditemani oleh satu kuasa hukum Wawan Ardianto saja.

Ketiga terdakwa Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan didakwa melanggar pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 372 KUH junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 3 Undang - Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang junto pasal 55 ayat (1) KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, terdakwa Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, adik Annisa djerat pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP atau pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adapun total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 905,33 miliar dari total 63.310 calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan.

Ketiga terdakwa terancam hukuman penjara 20 tahun lebih sampai seumur hidup.

Penulis: Muslimin Trisyuliono
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help