UNBK Hari ke-3, 19 Laptop SMP PGRI Batu Ceper Digasak Maling, yang Rusak Juga Diembat
"Masih diselidiki tapi yang jelas lebih dari dua orang kalo dilihat dari jumlah barang bukti yang hilang," ujar Dedy kepada TribunJakarta.com
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG- Sebanyak 19 unit laptop untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP PGRI Batu Ceper, Tangerang, raib digondol maling.
Pencurian laptop tersebut, diduga terjadi pada malam hari ketika sekolah tidak dalam penjagaan dari pihak sekolah.
Baca: Diramal Amien Rais Jadi Penyelamat Negeri, Anies: Ini Diterima Sebagai Amanat
Kepala Sekolah di SMP PGRI Batu Ceper, Lutfi Suryadi, menjelaskan hilangnya 19 laptop tersebut diketahuinya sejak pukul 07.30 WIB.
"Saat tahu kejadiannya, saya langsung ke sini dan memang betul semua hilang. Pencuri itu mengambil 16 laptop yang masih berfungsi dan 3 laptop yang sudah tidak berfungsi atau rusak. Saya lihat pun kondisi pintu sudah rusak, padahal sudah berlapis besi," ujar Luthfi saat ditemui di ruangannya, Tangerang, Rabu (24/4/2018).
Kejadian ini pun minim informasi ciri-ciri pelaku lantaran sekolah tidak dilengkapi dengan kamera pengintai (CCTV) atau pun orang yang menjaga.
Baca: Kereta Barang Tabrak Mobil Box di Perlintasan Gang Sentiong, Warga; Bunyinya Keras
Menurut Kasat Reksrim Polres Metro Tangerang, AKBP Deddy Supriyadi, menerangkan bahwasanya pelaku ini lebih dari dua orang mengingat jumlah barang yang tidak sedikit.
"Masih diselidiki tapi yang jelas lebih dari dua orang kalo dilihat dari jumlah barang bukti yang hilang," ujar Dedy kepada TribunJakarta.com saat sedang melakukan olah TKP.
Dari pantauan TribunJakarta.com, terdapat sekira 10 unit komputer yang masih tersisa dari ruangan tempat 19 laptop itu digondol.
Deddy juga menerangkan bahwasanya pelaku membobol gembok dan teralis pintu untuk masuk ke ruangan pelaksanaan UNBK.
"Gembok yang dibongkar hanya akses pintu masuk di lab komputernya. Ada teralis, itu gemboknya dirusak kemudian pintu masuknya itu dibuka pake linggis sepertinya," terang Deddy.
Baca: Sopir Taksi Online Diduga Sekap dan Curi Harta Penumpangnya, Begini Kronologisnya
Dari kejadian itu pelaksanaan UNBK di sekolah bertingkat dua ini terganggu.