Sederet Fakta Paskibraka di Indonesia, Ada 3 Formasi Berbeda Hingga Hukuman untuk Bendera Terbalik

Fakta dibalik Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang kerap dilihat saat beraksi di Istana Negara saat peringati kemerdekaan Indonesia.

Editor: Kurniawati Hasjanah
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali beserta para anggota Paskibraka Jakarta Selatan yang baru dikukuhkan pada Selasa (14/8/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kerap dapat dilihat saat beraksi di Istana Negara saat peringati kemerdekaan Indonesia.

Aksi puluhan anak muda Indonesia selalu memukau setiap tahunnya. 

Tahukah Anda fakta-fakta mengenai Paskibraka ini?

Jika tidak, mari lihat apa saja informasi tentang Paskibraka.

PENCETUS PASKIBRAKA

Paskibraka pertama kali dicetuskan oleh Idik Sulaiman tahun 1973.

Sebelumnya, kepanjangan dari Paskibraka adalah Pasukan Penggerek Bendera Pusaka.

Kata penggerek digunakan dari tahun 1967 sampai 1972. Setelahnya diganti menjadi kata pengibar.

LAMBANG PASKIBRAKA

Lambang KORPS paskibraka berbentuk prisai berwarna hitam yang ujungnya dikeliling warna kuning.

Perisai berarti siap membela negara, warna hitam bearti percaya diri, dan warna kuning berarti bangga. Di tengah prisai, akan ada sepasang anak Indonesia yang berarti para paskibraka. Terdapat tiga garis horizon yang berarti nasional, provinsi, dan kota.

Lalu tidak ketinggalan sang bendera merah putih di dalam perisai yang berarti lambang negara.

Lambang anggota paskribaka berupa bunga teratai yang berarti lahir dilumpur dan tumbuh di air.

Tiga kelompak bunga yang ke atas yang berarti belajar, bekerja, dan berbakti. Sedangkan tiga kelompak bunga ke samping berarti aktif, disiplin, dan gembira.

FORMASI PASKIBRAKA

Halaman
123
Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved