Pencurian Sempat Diduga Jadi Motif Pembunuhan Karyawati Bank, Polisi Kini Ungkap Fakta Sebaliknya

Polisi terus dalami pembunuhan Ela Nurhayati (42) karyawati bank yang ditemukan tewas bersimbah darah.

Pencurian Sempat Diduga Jadi Motif Pembunuhan Karyawati Bank, Polisi Kini Ungkap Fakta Sebaliknya
Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama
Ela Nurhayati (42) perempuan yang tewas bersimbah darah di kediamannya Kampung Pangragajian RT 3/9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, di mata keluarga merupakan orang yang sangat baik dan tertutup. 

TRIBUNJAKARTA.COM  - Polisi terus dalami pembunuhan Ela Nurhayati (42) karyawati bank yang ditemukan tewas bersimbah darah.

Guna memastikan motif dari kematian Ela, polisi bahkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dua kali.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi AKP Niko Nurallah Adiputra menjelaskan, olah TKP ini untuk memastikan motif awal adanya dugaan pencurian.

Namun, setelah dilakukan olah TKP kedua, pihaknya memastikan tidak ada motif pencurian dalam kasus ini.

Sebetulnya polisi sudah melakukan olah TKP saat pertama kali jenazah Ela ditemukan bersimbah darah di ruang tamu rumahnya.

Namun, saat itu, olah TKP didampingi ketua RW dan tokoh masyarakat setempat.

Fakta Pembunuhan Karyawati Bank di Lembang: Pisau Dapur Jadi Petunjuk Hingga Minta Bantuan Psikiater

Misteri 23 Tusukan yang Menewaskan Pegawai Bank di Lembang, Anak dan Mantan Suami Diperiksa Polisi

Meski dalam olah TKP pertama polisi tidak menemukan adanya barang yang hilang, namun polisi merasa ragu.

Sebab, Ketua RW dan tokoh masyarakat dinilai tidak mengetahui tata letak barang di rumah korban.

"Pada olah TKP pertama (kami) belum menemukan barang hilang. Waktu itu didampingi, tapi RW dan tokoh setempat tidak bisa menunjukkan langsung barang lainnya yang mungkin jadi hilang," ujar Niko yang dihubungi Jumat (14/9/2019).

Namun, pada olah TKP kedua ini, polisi memastikan bahwa tidak ada barang yang hilang dalam kasus kematian karyawati bank tersebut.

Halaman
12
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help