Stok Bawang Merah dan Cabai Melimpah, DPR Usulkan Solusi Petani dan Konsumen agar Tak Saling Rugi

Dengan begitu, Rahmat berharap, stok bawang merah dan aneka jenis cabai tetap terjaga di pasaran untuk konsumsi masyarakat

Stok Bawang Merah dan Cabai Melimpah, DPR Usulkan Solusi Petani dan Konsumen agar Tak Saling Rugi
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Bahan pokok seperti cabai dan bawang yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (4/6/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komoditas bawang merah dan cabai sejak Idul Adha lalu dikabarkan telah cukup melimpah stoknya hingga saat ini.

Kondisi itu membuat harga bawang merah dan aneka cabai turun di pasar induk retail dan induk, khususnya di Jakarta.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat N Hamka mengemukakan, diperlukan pengendalian produksi dan pengelolaan distribusi komoditas bawang merah dan cabai sehingga tidak terjadi saling merugikan diantara konsumen dan petani.

"Bahwa para petani kan harus dikelola waktu tanamnya kemudian pemasok produksinya. Pengendalian produksi maksudnya bahwa adanya harga yang pantas dan layak," ujar Rahmat, Jumat (14/9/2018).

Sedangkan terhadap konsumen agar harga bawang merah dan aneka jenis cabai tetap terjangkau karena harga yang turun, menurut Rahmat, mulai dilakukannya penataan distribusi pasca produksi dengan cara lain terhadap dua komoditas pertanian tersebut.

Dengan begitu, Rahmat berharap, stok bawang merah dan aneka jenis cabai tetap terjaga di pasaran untuk konsumsi masyarakat.

Kubu Prabowo Usul Debat Berbahasa Inggris, Mahfud MD Sebut Tindakan Tak Tepat dan Langgar UU

Rahmat mengimbau, petani bawang merah dan cabai sudah dapat bersinergi dengan stakeholder atau industri komoditas pertanian tersebut supaya terjamin harga produksi mereka sebab ada penampungnya.

Rahmat beranggapan, saat ini kemampuan pengelolaan dan berproduksinya petani bawang merah dan cabai telah cukup bagus.

Hanya diperlukan sedikit lagi manajerial agar muncul angka kewajaran antara petani dan konsumen.

"Jadi petani juga semangat, para konsumen juga masih dapat menjangkau harga dan pabrikan juga mendapat suplai yang relatif stabil," ucap Rahmat.

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help