Lion Air JT610 Jatuh

Melalui Tes DNA, Tim DVI Optimis Identifikasi Seluruh Penumpang Lion Air PK-LQP

Kombes Pol Putut Cahyo Widodo optimis tim DVI mampu mengidentifikasi seluruh penumpang Lion Air PK-LQP melalui tes DNA.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erlina Fury Santika
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Lab DNA Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Putut Cahyo Widodo saat ditemui awak media di RS Bhayangkara Tk I R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (3/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Putut Cahyo Widodo optimis pihaknya mampu mengidentifikasi seluruh penumpang Lion Air PK-LQP melalui metode pencocokan deoxyribonucleic acid atau DNA.

Rasa optimisme tinggi ini diungkapkannya dalam konferensi pers yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Tk I R. Said Sukanto, Sabtu (3/11/2018) siang.

"Kami cukup yakin karena kami sudah berhasil mengumpulkan seluruh sampel DNA antemortem dari pihak keluarga, jadi data pembanding sudah lengkap," ujarnya kepads awak media, Sabtu (3/11/2018).

Ia menjelaskan, sampel DNA dari posko antemortem yang sudah terkumpul ini nantinya akan dicocokan dengan sampel yang diambil dari bagian tubuh penumpang yang ada di posko postmortem.

"Sampel DNA yang kami ambil hari Senin di posko antemortem sebenarnya sudah keluar hasilnya Jumat malam, tapi belum ada pembandingnya, kami masih tunggu hasil dari postmortem," ucapnya.

"Proses pemeriksaan sampel DNA antemortem lebih cepat sehari (dibanding postmortem), jadi pencocokan baru bisa dimulai Minggu," tambahnya.

Selain seluruh sampel DNA dari posko antemortem yang sudah lengkap, Tim DVI sudah mengabil seluruh sampel DNA dari 73 kantong jenazah yang diterima oleh RS Polri.

"Pagi sampai siang tadi kami sudah ambil 17 sampel tambahan dari delapan kantong yang kemarin tiba, total sudah ada 306 sampel dari 73 kantong jenazah," kata Putut.

Dikatakan Putut, proses identifikasi melalui uji sampel DNA ini lebih akurat dibandingkan pengujian primer lainnya, yaitu menggunakan metode sidik jari dan gigi gerigi atau odontologi forensik.

"Gigi itu data base kecil dan kadang body part yang ditemukan tidak ada bagian gigi atau sudah terlepas, sementara kalau sidik jari ada kelemahan dimana orang belum punya KTP ya dianggap belum punya sidik jari," ucap dia.

"Uji DNA memang mahal dan lama, tapi kalau sudah ada data pembanding dari keluarga, seluruh bagian tubuh yang sudah terbawa pasti bisa teridentifikasi," tambahnya.

Seperti diketahui, Tim DVI Mabes Polri hingga saat ini telah berhasil mengidentifikasi empat orang penumpang Lion Air PK-LQP.

Keempat penumpang tersebut ialah Jannatun Cintya Dewi (24), Candra Kirana (29), Monny (41), dan Hizkia Jorry Saroinsong (23).

Sebelumnya, Pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP tujuan Pangkal Pinang mengalami kecelakaan sesaat setelah meninggalkan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten pada Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat sempat dilaporkan meminta untuk kembali ke bandara Soekarno-Hatta, sebelum kemudian hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Terakhir, pesawat itu terlihat berada di koordinat 05 48.934 S 107 07.384 E T.

Pantauan dari Flightaware, pesawat terakhir berada di Tanjung Karawang, namun kemudian hilang dari jalur.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved