(Video) Kabasarnas Paparkan Kendala Pencarian Black Box CVR Kepada Ali Mochtar Ngabalin

Ali Mochtar Ngabalin kunjungi posko di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, guna mendengarkan pemaparan Kabasarnas Muhammad Syaugi

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin mengunjungi posko Lion Air PK-LQP, Senin (5/11/2018) sore.

Ali Mochtar Ngabalin mengunjungi posko di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, guna mendengarkan pemaparan Kabasarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi terkait progres operasi SAR Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, delapan hari yang lalu.

Ali Mochtar Ngabalin juga mengecek hasil temuan roda pesawat, emergency locator transmitter (ELT), dan flight direction yang hendak dibawa KNKT menuju ke Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran.

Saat melihat kondisi pesawat, Ali Mochtar Ngabalin diberikan pemaparan oleh Kabasarnas Muhammad Syaugi mengenai temuan roda pesawat itu.

13 Penumpang Lion Air PK-LQP Berhasil Diidentifikasi, di Antaranya Lewat Pengujian Sampel DNA

Kecewa dengan Pihak Maskapai, Keluarga Korban Minta Pemilik Lion Air Berdiri Saat Konferensi Pers

Ali Mochtar Ngabalin juga diberikan pemaparan soal belum ditemukannya black box rekaman suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) dari lokasi jatuhnya pesawat.

Terkait hal itu, Muhammad Syaugi memaparkan ke Ali Mochtar Ngabalin bahwa kendala utama belum ditemukannya CVR adalah endapan lumpur yang memiliki kedalaman 1 meter lebih sehingga keberadaannya sulit terdeteksi

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved