Persepsi Keliru Pengendara Lewat Tol Jakarta Cikampek Malam Hari untuk Hindari Macet
Persepsi keliru pengguna jalan tol lewat Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) untuk menghindari macet.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga Desi Arriyani meminta pengguna jalan tol tidak lagi ada persepsi memilih melakukan perjalanan di malam hari melalui Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) untuk menghindari macet.
Sebab, persepsi itu justru keliru lantaran pada malam hari, aktivitas pengerjaan konstruksi sejumlah proyek di Jalan Tol Japek jauh lebih frontal.
"Jadi tolong jangan sampai ada persepsi mau lewat Japek itu jalan malem, justru sebaliknya. Jalan malam itulah konstruksi sedang banyak-banyaknya bergerak dan bergerak itu frontal," kata Desi di Bekasi, Selasa (20/11/2018).
Dia mencontohkan, pada pengerjaan proyek tol layang atau Jakarta Cikampek Elevated. Pihaknya memilih melakukan sejumlah aktivitas konstruksi pada malam hari seperti misalnya pemasangan steel box girder.
"Karena pada malam hari itu biasanya ada titik-titik pengangkatan steel box grider sekaligus, ada titik pengecoran di tiga tempat sekaligus, sehingga jangan pernah ada persepsi bahwa lewat Japek malam aja pasti sepi, justru sebaliknya kegiatan konstruksi itu terjadinya waktu malam," jelas dia.
• Ini Alasan Proyek Tol Layang Jakarta Cikampek Harus Diprioritaskan
• Dirut Jasa Marga Ungkap Alasan Proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek Harus Diprioritaskan
Namum Jasa Marga memastikan, setiap kali ada program-program pengerjaan konstruksi, pihaknya akan selalu memberikan sosialisasi dan informasi kepada pengguna jalan melalui media sosial atau rilis resmi ke sejumlah media.
Manakala ada kegiatan konstruksi yang berpotensi menggangu arus lalu lintas, pengguna jalan dihimbau untuk tidak memilih melakukan perjalanan pada waktu pelaksaan kegiatan atau memilih alternatif jalan lain.
"Sosialisasi dan informasi pasti kita sebar, termasuk melalui media sosial dan kita minta tolong juga kepada teman-teman media untuk membantu," jelas dia.