Area Persawahan Pertanian Terus Berkurang, Kementerian ATR/BPN Bakal Persulit Alih Fungsi Lahan

Langkah le depan Kementerian ATR/BPN tengah fokus menggarap rancangan peraturan presiden guna mempersulit alih fungsi lahan.

Area Persawahan Pertanian Terus Berkurang, Kementerian ATR/BPN Bakal Persulit Alih Fungsi Lahan
Google
Ilustrasi Sawah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memprediksi, setiap tahun area persawahan terus berkurang. 

Bahkan, diperkirakan tahun depan lahan sawah di Indonesia bisa berkurang lagi sampai 1,4 juta hektare.

"Ini saja yang dari hasil terbaru 2018 itu kan 7,1 juta hektare ya dari citra satelit. Tapi ke depannya diprediksi bisa berkurang lagi sampai 20 persen," kata Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Tanah Pertanian Kementerian ATR/BPN, Vevin S Ardiwijaya, Selasa (4/11/2018). 

Menurutnya, pengurangan yang cukup signifikan tersebut dikarenakan dari hasil verifikasi langsung ke lapangan.

Pihaknya menemukan banyak lahan sawah yang ternyata sudah memiliki izin alih fungsi.

Ada yang berubah menjadi mal, ada yang menjadi  bangunan lain.

"Idealnya memang tiap tahun dicek terus. Alih fungsi ini kan kencang sekali untuk lahan pertanian," ucapnya. 

Langkah le depan Kementerian ATR/BPN tengah fokus menggarap rancangan peraturan presiden guna mempersulit alih fungsi lahan.

Pertama, untuk bisa efektif berproduksi, cetak sawah memerlukan waktu yang sangat lama.

Satu Bulan Peraturan Tilang Elektronik Diberlakukan, Sudah 193 STNK Mobil yang Diblokir

Di mana lahan sawah baru tersebut diperkirakan baru bisa berfungsi dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun ke depan.

"Jadi, tidak bisa buka sawah terus langsung bisa produksi 2 sampai 3 kali setahun. Waktunya lama itu untuk lahan baru bisa sampai 5 sampai 10 tahun," katanya.

Sementara itu, Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Badan Pusat Statistik (BPS), Hermanto bin Ashari Prawito menyebutkan, berkurangnya luas baku lahan pertanian sejatinya telah terkonfirmasi dari data yang sudah dirilis pemerintah.

Data yang didapat juga menggunakan citra satelit, menyimpulkan berkurangnya areal persawahan. 

Sastrawan NH Dini Meninggal, Begini Kronologi Lengkap Kecelakaaannya

Menurutnya, tidak ada pihak yang menggunakan data, diluar data nasional tersebut.

"Iya, bisa dilihat. Artinya pertahun ada sekitar 120 hektar (lahan pertanian yang hilang). Itu bisa dilihat dari data nasional," ujar Hermanto.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved