Pilpres 2019
LSI Denny JA Ungkap 4 Isu yang Untungkan Prabowo-Sandiaga
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut ada empat isu di masyarakat yang menguntungkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar
TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut ada empat isu di masyarakat yang menguntungkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga.
Hasil penelitian tersebut disampaikan oleh peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar di Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur.
"Dari 10 isu yang berkembang di media sosial selama dua bulan, ada enam isu yang untungkan Jokowi. Dan empat isu yang untungkan Prabowo-Sandiaga," ujar Rully Akbar, Kamis (6/12/2018).
Berikut empat isu yang berdampak positif ke pasangan calon Prabowo-Sandiaga, berdasarkan survei LSI Denny JA :
1. Pembakaran Bendera Tauhid : 75 persen
2. Janji Mobil Esemka : 51 persen
3. Istilah Politik Sontoloyo : 53 persen
4. Istilah Politik Genderuwo : 52 persen
"Kasus pembakaran bendera tauhid paling banyak memberikan surplus isu positif terhadap Prabowo-Sandiaga," ujar Rully Akbar.
Adapun dalam proses surveinya, LSI Denny JA menggunakan metode multistage random sampling, dengan total 1.200 responden, yang dilakukan pada 10 hingga 19 November 2018.
LSI Denny JA memakai teknik wawancara tatap muka responden dan menggunakan kuisoner, dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen. Dilengkapi FGD, analisis media, dan indepth interview.
Meski empat isu tersebut berdampak positif terhadap Prabowo-Sandiaga, Rully Akbar menjelaskan bahwa masyarakat saat ini masih sedikit yang mengetahui program-program dari pasangan nomor urut 02 tersebut.
• Survei LSI: 5 Program Prabowo-Sandi Masih Jarang Diketahui Masyarakat
• Peneliti LSI Denny JA Sebut TKN Jokowi-Maruf Belum Masif Kampanyekan Program Pemerintah
Karena berdasarkan hasil survei LSI Denny JA, dari lima program yang pernah disampaikan oleh pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau tim kampanyenya, kurang dari 30 persen masyarakat yang sudah mengetahuinya.
"Di pihak penantang, belum ada satupun program kerja yang terdengar masif di telinga publik selama periode awal kampanye. Bahkan rata-rata baru di bawah 30 persen pemilih yang tahu," ujar Rully Akbar.
"Artinya, dalam dua bulan, pihak penantang belum berhasil mempopulerkan program alternatifnya," sambungnya.