Depok Masuk Salah Satu Kota Toleransi Rendah Versi Setara, Ini Reaksi Idris Abdul Shomad

Wali Kota Depok M. Idris Abdul Shomad mempertanyakan hasil Kajian Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2018 yang dilakukan Setara Institute.

Depok Masuk Salah Satu Kota Toleransi Rendah Versi Setara, Ini Reaksi Idris Abdul Shomad
TribunJakarta.com/Bima Putra
Wali Kota Depok M. Idris Abdul Shomad di Car Free Day GDC, Minggu (9/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Wali Kota Depok M. Idris Abdul Shomad mempertanyakan hasil Kajian Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2018 yang dilakukan Setara Institute.

Setara Institute melakukan IKT terhadap 94 kota di Indonesia guna mengukur promosi dan praktek toleransi yang dilakukan oleh Pemkot.

Dalam hasil IKT, Depok berada di posisi 5 terbawah Kota paling intoleran dengan skor 3,490 atau di bawah Sabang, Medan, Makassar, dan Bogor.

Menurutnya Depok merupakan Kota yang paling intoleran dalam hal kerukunan umat beragama dan memperhatikan kaum minoritas seperti perempuan, anak, serta penyandang disabilitas.

"Ini tempat (Kota) paling toleran, kita sudah pernah diteliti sama Universitas Indonesia (UI). Kerukunan umat beragama itu pada angka baik," kata Idris di Car Free Day GDC, Depok, Minggu (9/12/2018).

Seperti Gubernur DKI Provinsi Jakarta, Anies Baswedan, Idris meminta Setara Institute mengungkap cara yang digunakan untuk mengukur toleransi dalam satu kota.

Bermodal hasil penelitian UI tahun 2016 terhadap Depok, Idris ingin hasil penelitian Setara Institute dibandingkan dengan hasil penelitian UI.

"Survei dan metodologinya seperti apa? Metodenya diungkap ke publik, diadu kalau kita punya hasil penelitian UI. Kita kerja sama resmi dengan UI sebagai lembaga representatif dalam hal penelitian," ujarnya.

Meski hasil penelitian UI tak membandingkan Depok dengan kota lain seperti yang dilakukan Setara Institute, Idris yakin penelitian yang dilakukan dua tahun lalu tetap akurat.

Menurutnya penelitian yang dilakukan UI tidak dengan cara membandingkan dengan Kota lain karena fokus kepada satu Kota dan butuh izin dari Pemkot lain bila ingin dilakukan.

"Kita tidak membandingkan, kita bukan dalam membandingkan dengan wilayah lain. Karena etikanya kita minta kepada tempat itu (Kota) untuk kita lakukan penelitian. Jadi kita dalam rangka mengukur bagaimana tingkat kerawanan konflik dan kerukunan umat beragama. Semuanya dinilai relatif baik," tuturnya.

Sebagai informasi, pada Jumat (7/12/2018) lalu Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menerima hasil kajian yang dilakukan Setara Institute.

Bahas Perbatasan dan Hibah Wali Kota Depok Temui Anies Baswedan, Pertengahan Desember 2018

Bahas Masalah Revitalisasi Situ Pedongkelan, Wali Kota Depok Akan Temui Gubernur Anies Baswedan

10 kota yang memiliki skor toleransi tertinggi berikut yakni Singkawang (6.513), Salatiga (6.477), Pematang Siantar (6.280), Manado (6.030), Ambon (5.90), Bekasi (5.890), Kupang (5.857), Tomohon (5.833), Binjai (5.830) dan Surabaya 95.823).

Sementara yang terendah yakni Sabang (3.757), Medan (3.710), Makassar (3.637), Bogor (3.533), Depok (3.490), Padang (3.450), Cilegon (3.420), Jakarta (2.880), Banda Aceh (2.830), dan Tanjung Balai (2.817).

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved