Polsek Ciracas Dibakar
Ikut Keroyok Anggota TNI, Tukang Parkir Iwan Dicari Puluhan Orang Hingga Rumahnya Diobrak-abrik
Sejumlah tukang parkir pengeroyok dua anggota TNI diburu puluhan orang tak dikenal. Iwan salah satunya. Rumah orangtuanya jadi korban.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Tak cukup merusak fasilitas dan membakar Mapolsek Ciracas, massa yang belum teridentifikasi masih mencari tukang parkir pelaku pengeroyokan.
Kasus ini dipicu sejumlah tukang parkir di pertokoan Arundina, Ciracas, Jakarta Timur, yang mengeroyok dua TNI berseragam pada Senin (10/12/2018).
Setelah insiden perusakan dan pembakaran Mapolsek Ciracas, massa mencari tukang parkir yang terlibat dalam pengeroyokan dua anggota TNI tersebut.
Satu yang diburu di antaranya Iwan. Ia sempat ikut mengeroyok korbannya.
Berikut TribunJakarta.com himpun sejumlah fakta tentang Iwan dan apa yang dialami orangtua dan rumahnya di Cibubur, Jakarta Timur.
• Sederet Fakta Polsek Ciracas Dibakar: Dipicu Tukang Parkir Keroyok Anggota TNI AL dan AD
• UPDATE: Kapolsek Ciracas Pingsan Kena Pukul Hingga Massa Sempat Ngopi di Warung Pinggir Polsek
• Jelang Ahok Bebas 24 Januari, Sang Adik Minta Doa dan Beberkan Harapannya
Iwan sempat balik ke rumah
Setelah pengeroyokan Senin sore itu, Iwan sempat pulang ke rumah ayahnya, Holuan Hutapea (63).
"Setelah kejadian, dia sempat pulang ke sini, tapi enggak lama," ucap Holuan Hutape kepada TribunJakarta.com di rumahnya pada Rabu (12/12/2018).
Iwan sempat terlibat cekcok dengan kakaknya lantaran saudara kandungnya itu menceritakan kejadian yang menimpa dirinya.
"Dia sempat marah karena kakaknya ngasih tahu ibunya kalau dia habis ngeroyok tentara," beber dia.
Tak lama berselang, Iwan langsung meninggalkan rumah tanpa berkata sepatah kata pun dan hingga saat ini tidak dapat dihubungi.
"Sejak peristiwa itu dia susah dihubungi, nomor ponselnya tidak aktif lagi, enggak tahu kemana," ujarnya.

Pihak keluarga pun sudah mencoba mencari Iwan ke beberapa rumah saudara terdekat.
Hingga kini belum dikatahui dimana keberadaan anak terakhir dari lima bersaudara tersebut.
"Tadi keluarga sempat nyari ke daerah Citayam, ke rumah saudara di sini, tapi enggak ada ternyata," beber Holuan.