Disubsidi, Tarif MRT Jakarta Diusullkan Rp 8.500 per 10 Kilometer

hingga saat ini belum diputuskan karena masih menunggu keputusan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Disubsidi, Tarif MRT Jakarta Diusullkan Rp 8.500 per 10 Kilometer
TribunJakarta/Nawir Arsyad Akbar
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar usai menghadiri nota kesepahaman, di Aula Ahmad Yani Makodam Jaya, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMATJATI - Harga tarif moda raya terpadu atau mass rapid transit (MRT), hingga saat ini belum diputuskan karena masih menunggu keputusan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan tarif tiket MRT, yaitu Rp 8.500 per 10 kilometer.

"Dananya sudah disiapkan Pemerintah (Provinsi) DKI Jakarta. Sekarang tinggal hitung-hitungannya mau dikasih harga tiket berapa. (Harga tarif usulan) Masih Rp 8.500 per 10 kilometer, masih sama," ujar William Sabandar, Selasa (22/1/2019).

William Sabandar juga menjelaskan, pihaknya telah berdiskusi dengan Pemprov DKI Jakarta, dan menjelaskan bahwa tarif MRT rencananya akan disubsidi.

Adanya subsidi tersebut diharapkan meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum, khususnya MRT.

Adapun perkembangan pekerjaan proyek MRT Jakarta fase pertama lintas Lebak Bulus-Bundaran HI sudah mencapai 97,57 persen. MRT fase pertama ditargetkan sudah beroperasi penuh pada Maret 2019.

"Baik rencana operasi untuk fase satu, yang akan kita mulai di bulan Maret (2019). Maupun rencana pembangunan fase dua yang juga akan kita bangun dalam waktu singkat," ujar William Sabandar.

Sementara itu, PT MRT Jakarta telah menjalin kerjasama dengan Kodam Jaya, guna mengamankan pembangunan mass rapid transit (MRT) Jakarta fase dua Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Kota.

MRT Jakarta Kerjasama dengan Kodam Jaya Amankan Pembangunan Fase 2

Beroperasi 2 Bulan Lagi, Tarif Tiket MRT Antara Rp 8.500 Sampai Rp 10 Ribu

Nota Kesepahaman ini berlaku selama lima tahun ke depan.

"Aktivitas ini dilakukan untuk menghadirkan MRT Jakarta yang merupakan terobosan baru bagi 
transportasi publik di kota ini," ujar William Sabandar.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved