Bekasi Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Pemerintah Kota Bekasi pada melakukan uji coba operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada Selasa, (5/2/2019) lalu.

Bekasi Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Pemerintah Kota Bekasi pada melakukan uji coba operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada Selasa, (5/2/2019) lalu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Pemerintah Kota Bekasi pada melakukan uji coba operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada Selasa, (5/2/2019) lalu.

Uji coba dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Hal itu mengetahui perkembangan teknologi PLTSa yang sejak 2016 dikembangkan perusahaan swasta bernama PT Nusa Wijaya Abadi (NWA). Uji coba dilakukan selama 24 jam full.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu milik PT NWA.
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu milik PT NWA. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi mengatakan hasil uji coba tersebut saat ini masih dalam tahap evaluasi.

Hasil dari uji coba sendiri nantinya akan digunakan untuk surat rekomendasi Wali Kota Bekasi ke PLN sebagai bagian dari kerja sama pengembangan PLTSa Sumur Batu.

"Kita masih evaluasi, apakah PT NWA benar-benar memusnahkan sampah lalu menjadikanya listrik yang sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan, seperti kelayakan lingkungan, dan sebagaianya," kata Jumhana, Senin, (11/2/2019).

Sementara itu, Presiden Direktur PT NWA Tenno Sujarwanto mengatakan hasil uji coba yang dilakukan pekan lalu telah melebihi dari apa yang ditargetkan. Pihaknya saat ini telah mampu memproduksi listrik sebesar 1,5 megawatt.

"Dari hasil uji coba kemarin itu tentu sangat memuaskan, kami sudah berhasil memenuhi target bahkan melebihi target yang diharapkan Pemkot Bekasi," kata Tenno.

PT NWA saat ini telah mampu mengolah sebanyak 3,3 ton sampah per jam atau lebih dari target yang diharpakan sebesar 2,3 ton per jam. Untuk mengolah sampah menjadi listrik, PT NWA terlebih dahulu mengolah sampah menjadi refuse derived fuel (RDF) untuk selanjutnya dibakar menggunakan teknologi Circulating Heat Combustion Boiler-system (CHCB).

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved