Imigrasi Bekasi Amankan 11 WNA Asal Afrika yang Diduga Lakukan Kejahatan Siber

"Patut diduga bahwa WNA ini kemungkinan besar melakukan tindakan cyber crime (kejahatan siber) atau penipuan online, tapi harus kita pelajari," kata

Imigrasi Bekasi Amankan 11 WNA Asal Afrika yang Diduga Lakukan Kejahatan Siber
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
11 WNA asal Afrika yang diamankan kantor Imigrasi Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN- Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi mengamankan 11 orang warga negara asing (WNA) asal benua Afrika. Mereka ditangkap di Apartemen Center Point, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa, (12/2/2019) malam.

Kepala Kantor Imigrasi Bekasi, Petrus Teguh Aprianto, mengatakan, kesebelas WNA yang diamankan terdiri dari 10 orang warga negara Nigeria dan satu orang warga negara Ghana. Mereka diamankan usai pihaknya mendapatkan laporan adanya keberadaan WNA tersebut.

"Keberadaan warga negara asing ini sebelumnya diketahui dari adanya laporan warga sekitar, sebagai bentuk tindakan preventif terhadap keamanan lingkungan, selanjutnya digelar pemeriksaan oleh Timpora (Tim pengawas orang asing) yang dibantu Badan Intelejen Stategis," kata Teguh, Rabu, (13/2/2019).

Saat diperiksa, kesebelas WNA ini tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen keimigrasian. Sebab, dari 11 WNA, hanya empat orang yang dapat menunjukkan paspor, sedangkan tujuh orang lainnya tidak dapat menunjukkan dokumen apapun.

"Paspor empat orang WNA yang ditunjukkan juga sudah over stay, oleh sebab itu, kesebelas WNA ini didapati atau patut diduga telah melakukan pelanggaran UU keimgrasian, akhirnya atas dugaan itu petugas mengamankan dan membawa 11 orang itu ke kantor imigrasi untuk pendalaman," papar Teguh.

Selain itu, dari hasil penangkapan 11 WNA tersebut, pihak Imigrasi Bekasi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa puluhan ponsel, modem, laptop, serta simcard yang diduga sebagai alat untuk melakukan kejahatan siber atau penipuan online.

"Patut diduga bahwa WNA ini kemungkinan besar melakukan tindakan cyber crime (kejahatan siber) atau penipuan online, tapi harus kita pelajari lebih lanjut," ungkap Teguh.

Kepala Kantor Imigrasi Bekasi Petrus Teguh Aprianto.
Kepala Kantor Imigrasi Bekasi Petrus Teguh Aprianto. (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Untuk itu pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut, jika mereka terbukti melakukan tindakan kejahatan yang melanggar hukum, kesebelas WNA ini akan diproses sesuai tindak pidana yang mereka lakukan dengan melibatkan pihak berwajib.

"Tentu kami akan mendalami jika terbukti bahwa kegiatan mereka langgar UU (undang-undang) akan tindaklanjuti berupa proses penyelidikan kalau cukup bukti, bisa juga di deportasi," ungkap Teguh.

Kesadaran Warga Kecamatan Sawangan Bayar PBB Rendah

Tertahan di Australia, Marko Simic Harus Ikuti Sidang Dugaan Pelecehan Seksual Sampai Selesai

Teguh menambahkan, kesebelas WNA ini belum diketahui sejak kapan berada di tanah air, mereka juga diperkirakan tinggal secara berpindah-pindah seperti di Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga Bekasi.

"Kalau di Apartemen Center Point mereka baru sekitar 2 mingguan, selain itu dari data empat paspor yang kita temukan milik 4 orang WNA, mereka masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, dengan izin tinggal kunjungan," pungkasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved