Nomor 2 Kasus Penderita DBD Terbanyak di Jakarta Timur, Ini Upaya yang Dilakukan Camat Cipayung

Fajar Eko Satrio, Camat Cipayung menjelaskan jika berbagai upaya pencegahan untuk menekan angka penderita DBD di wilayah Kecamatan Cipayung.

Nomor 2 Kasus Penderita DBD Terbanyak di Jakarta Timur, Ini Upaya yang Dilakukan Camat Cipayung
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Fajar Eko Satrio, Camat Cipayung 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Camat Cipayung angkat bicara, wilayahnya masuk ke dalam wilayuah yang kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di Jakarta Timur.

Sebelumnya diberitakan jika akhir Februari 2019, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat jika Kecamatan Cipayung merupakan kecamatan dengan kasus DBD terbanyak di Jakarta Timur.

Fajar Eko Satrio, Camat Cipayung menjelaskan jika berbagai upaya pencegahan untuk menekan angka penderita DBD di wilayah Kecamatan Cipayung.

"Jadi Kecamatan Cipayung itu nomor 2 kasus penderita DBD terbanyak setelah Matraman. Memang waktu Februari itu paling tinggi, tapi data Maret ini menurun jadi yang kedua. Banyaknya penderita ini juga karena tidak lepas dari musim hujan. Musim hujan ini di imbangi dengan adanya barang-barang bekas, ban bekas, atau apapun itu sehingga mengakibatkan genangan air. Yang memang habibatnya nyamuk," kata Fajar kepada wartawan TribunJakarta.com, Jumat (8/3/2019).

Banyak Penderita DBD, Wali Kota Jakarta Timur Sindir Camat Pasar Rebo dan Lurah Kalisari

"Upaya-upaya penanggulangan yang sudah kami lakukan antara lain grebek jentik bersama kader jumantik serentak di seluruh kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Cipayung. Tidak hanya dengan lurah, tapi ke semuanya kami instruksikan. Karena memang kita tidak bisa hanya mengandalkan lurah dan kader," katanya.

Selain grebek jumantik, fogging juga sudah dilakukan sebagai upaya menekan angka penderita DBD.

Bahkan di pendidikan, sudah diberi sosialiasi kepada kepada sekolah agar  menggerakan para guru dan anak didiknya untuk menanggulangi.

Baik itu di lingkungan pendidikannya maupun di rumah anak didiknya tersebut.

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue.

Virus ini dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Bila penderitanya telat ditangani dapat menyebabkan kematian.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved