Tak Puas Tarif MRT Jakarta Rp 8.500, Anies Baswedan: Jangan Keputusan Diambil Gara-gara Pemilu Saja

Diketahui, rasa tak puas Anies soal tarif LRT dan MRT di bawah Rp 10.000 dikarenakan Anies sebut tarif LRT dan MRT dijadikan alat Pemilu 2019.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Erlina Fury Santika
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara Peresmian MRT Jakarta, di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase I Bundaran HI - Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer resmi beroperasi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku tak puas tarif LRT dan MRT di bawah Rp 10.000.

Diketahui, rasa tak puas Anies soal tarif LRT dan MRT di bawah Rp 10.000 dikarenakan Anies sebut tarif LRT dan MRT dijadikan alat Pemilu 2019.

Walau Anies tak puas tarif LRT dan MRT di bawah Rp 10.000, namun pihak DPRD DKI Jakarta telah menyetujui besaran tarif  Moda Raya Terpadu (MRT) maupun Light Rail Transit (LRT) tersebut.

Anies Baswedan menilai, besaran tarif dijadikan alat Pemilu 2019, diketahui juga Anies sebut tarif LRT dan MRT penuh muatan politik.

Hal itu ditegaskannya, usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang) Jakarta Barat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta Barat pada Selasa (26/2/2019).

Anies menganggap besaran tarif yang disetujui Komisi B dan Komisi C DPRD DKI Jakarta pada Senin (25/3/2019) kemarin sangat bermuatan politik.

Karena itu, Anies masih menimbang besaran tarif LRT dan MRT sebelum akhinya ditetapkannya lewat Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta.

"Penetapan tarif MRT harus dengan perhitungan jangan pengambilan putusan tarif hanya gara-gara Pemilihan umum saja. Jangan menentukan harga tiket untuk 17 april saja, dan jangan menentukan harga untuk kepuasan hari ini," kata Anies kepada wartawan.

"Ini merupakan penentuan harga terpadu jangka panjang, harga yang tidak bisa diubah-ubah dalam waktu singkat," katanya.

Anies pun menegaskan besaran tarif MRT dan tarif LRT yang diusulkan DPRD DKI Jakarta, yakni tarif MRT sebesar Rp 8.500 per orang dan tarif LRT sebesar Rp 5.000 per orang itu dapat berubah.

Dirinya tetap bersikukuh tarif MRT didasarkan jarak tempuh penumpang, yakni sebesar Rp 1.000 per kilometer.

"Hingga saat ini saya masih membicarakan mengenai tarif MRT sama DPRD," kata Anies Baswedan.

Bersamaan dengan pembahasan tarif MRT, selama sepekan ke depan MRT digratiskan kepada masyarakat.

Waktu tempuh yang singkat tanpa macet menjadi alasan masyarakat yang bermukim di wilayah selatan memilih MRT sebagai moda transportasi andalan.

YLKI sebut tarif MRT fair

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved