Aksi 22 Mei

Oknum Purnawirawan TNI Diduga Terlibat Makar, Gatot Nurmantyo: Kata Itu Sangat Menyakitkan

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kemudian memberikan tanggapan terkait purnawirawan TNI yang disebut terlibat kasus makar.

YouTube TV One
Gatot Nurmantyo saat menjadi narasumber di TV One, pada Selasa (11/6/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dua orang purnawirawan TNI terjerat kasus hukum.

Dua purnawirawan tersebut yakni Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko.

Penelusuran TribunJakarta.com Kivlan Zein terjerat kasus dugaan makar dan kepemilikan senjata api ilegal, sedangkan Soenarko terjerat kasus kepemilikan senjata api ilegal saja.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kemudian memberikan tanggapan terkait purnawirawan TNI yang disebut terlibat kasus makar.

Tanggapan itu diberikan Gatot Nurmantyo saat menjadi narasumber di TV One, pada Selasa (11/6/2019).

Awalnya Gatot Nurmantyo mengomentari pertemuan purnawirawan TNI dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, pada Jumat (31/5/2019).

Menurut Gatot Nurmantyo pertemuan tersebut terkait dengan purnawiran TNI yang diduga terjerat makar.

"Jadi para purnawirawan hadir menemui Pak Jokowi itu pertama kali, adalah (karena) beberapa purnawirawan yang ditetapkan menjadi tersangka kasus makar," ujar Gatot Nurmantyo dikutip TribunJakarta.com dari YouTube TV One, pada Rabu (12/6/2019).

Dukung Prabowo, Caleg Demokrat Akui Dapat 1.000 Suara di Kampungnya: Saya Bukan Hanya Tidak Dipilih

Jawab Pertanyaan Kaesang Soal Pekerjaan Gibran Rakabuming, Jan Ethes Bikin Jokowi Terkekeh

TONTON JUGA

Gatot Nurmantyo kemudian membeberkan makna kata 'makar' menurut pandangannya.

"Bagi orang umum mungkin biasa, tapi makar itu adalah tindakan yang bisa menyebabkan sebagian wilayah Indonesia hilang ke tangan musuh bisa makar, pemerintah tak bisa melaksankan tugasnya sesuai Undang-Undang itu juga dikatakan makar," terang Gatot Nurmantyo.

Ia menjelaskan kata 'makar' begitu menyakitkan apabila dikaitkan dengan seorang purnawirawan TNI.

Pasalnya menurut Gatot Nurmantyo, para purnawiran TNI telah mengabdikan sebagian hidupnya demi keutuhan negara.

Dukung Prabowo, Politikus Demokrat Ini Akui Dibenci di Kampungnya: Hanya Terima 1.000 Suara

Jan Ethes Ditanya Kaesang Pangarep Kerjaan Gibran Rakabuming, Jokowi Malah Terpingkal

"Nah mereka purnawirawan ini sebagian hidupnya itu mengabdikan dirinya berjuang untuk melindungi keutuhan negara, maka kata-kata makar itu sangat menyakitkan, sama saja dikatakan pengkhianat, itu sangat menyakitkan," ungkap Gatot Nurmantyo sambil mengepalkan tangan.

"Kayak dibilang maling itu enggak akan ke presiden, tapi saat dibilang makar, saya sebagai contohnya sebagai ksatria, habis sudah, habis semua itu perjuangan semua habis," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved