Pilpres 2019
BPN Klaim Saksi Prabowo-Sandi Terancam, Moeldoko: Emang Siapa sih yang Mengancam?
Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Moeldoko angkat bicara soal pernyataan BPN yang mengklaim saksi Prabowo-Sandi terancam.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Moeldoko angkat bicara soal pernyataan BPN yang mengklaim saksi Prabowo-Sandi terancam.
BPN sempat mengklaim mengenai saksi Prabowo-Sandi terancam saat akan menghadirkannya di sidang sengketa Pilpres 2019.
Mengklaim saksinya terancam maka Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, BW meminta MK untuk melindungi saksi-saksi tersebut.
Saat itu BW menuturkan kekhawatirannya dengan kubu lawan yang bisa mengancam saksi mereka.
Kendati demikian, perlindungan saksi Prabowo-Sandi itu ditolak MK karena tak ada landasan hukum.
• Beri Pujian kepada Keponakan Jadi Saksi 02, Mahfud MD Sebut Materi Kesaksian Mentah, Ini Analisisnya
• Hormati MK Percepat Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019, BPN Ingatkan Hal Ini
Majelis hakim MK meminta tim hukum Prabowo-Sandi tak perlu khawatir saat menghadirkan saksi di MK karena saksi di ruang sidang dijamin MK.
Tak hanya itu, sidang di MK juga mendapat perhatian dari aparat keamanan.
Kekhawatiran keselamatan saksi itu bakal aparat yang mengamankan jalannya sidang di MK.
Hingga kemudian persidangan sengketa Pilpres 2019 pun digelar di MK.
Saat persidangan sengketa Pilpres 2019 itu, tim hukum Prabowo-Sandi menghadirkan 14 saksi dan 2 ahli.

Proses persidangan pun selesai namun kubu Prabowo-Sandi masih menyuarakan mengenai saksi mereka yang merasa terancam.
Adanya hal tersebut membuat Moeldoko angkat bicara.
• Ini 7 Fakta Kasus Pembunuhan Wanita di Legok: Tersangka dan Korban Sudah Tunangan
• Pendaftar SBMPTN 2019 Ratusan Ribu, Ini Penyebab Nilai UTBK Tinggi Bisa Kalah di Jurusan yang Sama
Dilansir TribunJakarta.com dari kanal YouTube Talkshow Tv One pada Selasa (25/6), Moeldoko tampak begitu geram dengan pernyataan pihak 02 yang merasa saksinya terancam.
Moeldoko menyarankan agar pihak lawan tak perlu merasa hebat dan jadi orang terpenting sehingga mengklaim terancam.

"Jangan merasa jadi orang terpenting, dikit-dikit terancam. Emang siapa sih yang mengancam?" tanya Moeldoko.