Lamaran Pria di Sulsel Ditolak karena Uang Panaik Rp 10 Juta, Sang Wanita Bunuh Diri Minum Racun
Seorang wanita tewas bunuh diri gara-gara lamaran kekasihnya ditolak keluarga. Sang pacar melamar wanita tersebut dengan uang panaik hanya Rp 10 Juta.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM, JENEPONTO - Seorang wanita tewas bunuh diri gara-gara lamaran kekasihnya ditolak keluarga.
Sang pacar melamar wanita tersebut dengan uang panaik hanya Rp 10 Juta.
Sementara, keluarga wanita meminta uang panaik sebesar Rp 15 juta.
TribunJakarta.com merangkum sejumlah informasi mengenai peristiwa tragis tersebut dari TribunJeneponto.
Sang Wanita Bunuh Diri

Suasana duka masih menyelimuti kediaman perempuan berinisial C (31) di Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto, Selasa (9/7/2019) siang.
Satu persatu keluarganya datang untuk melayat.
Perempuan 31 tahun itu bunuh diri pascalamaran kekasihnya, Ramli (37) di tolak oleh keluarganya sendiri.
Ia ditemukan meninggal dunia di rumah Ramli setelah sempat Silariang (kawin lari) dan tinggal di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Jeneponto.
Sebelum meninggal wanita 31 tahun ini sempat mendapat perawatan di Puskesmas Bangkala dan dirujuk ke Rumah Sakit Padjonga Dg Ngalle Takalar.
"Awalnya dia dilamar sama pacarnya, sebelum bulan Ramadan dengan membawa uang panaik Rp 10 Juta," kata kerabat korban yang enggan disebut namanya saat ditemui TribunJeneponto.com.
"Tapi ditolak oleh pihak keluarga karena mereka minta Rp 15 juta agar direstui pihak keluarga perempuan," tuturnya.
Akibat uang panaik kekasih ditolak, C nekad 'silariang' (kawin lari) ke rumah lelaki.
Bunuh Diri Minum Racun

Saat di rumah lelaki, keluarga lelaki pun datang kembali Pala Baji (minta baik), namun ditolak karena keluarga perempuan tatap dengan uang panaik Rp 15 Juta sementara pihak laki-laki hanya sanggup Rp 10 juta.