Mayat Mahasiswa Timor Leste Berselimut di Jurang Cemorosewu: Korban Penculikan, Pengakuan Saksi Mata
Penemuan mayat terbungkus selimut di Jurang Cemorosewu menggegerkan warga sekitar. Ternyata, mahasiswa asal Timor Leste yang dilaporkan diculik.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM, SLEMAN - Penemuan mayat terbungkus selimut di Jurang Cemorosewu menggegerkan warga sekitar.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan pemilik warung di kawasan tersebut, Joni saat akan membuka warungnya.
Identitas jasad pun terungkap. Polda DIY mengungkapkan hasil identifikasi ternyata jasad tersebut adalah mayat mahasiswa asal Timor Leste, Joao Bosco Baptista (21).
TribunJakarta.com mengutip TribunJogja.com dan Surya.co.id mengenai kasus tersebut.
Korban Penculikan

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan pada 2 Juli 2019 keluarga melapor hilangnya anggota keluarga mereka atas nama Joao Bosco Baptista (21), jenis kelamin laki-laki.
"Namun pada 3 Juli, pihak keluarga kembali melapor dengan status yang bersangkutan diculik," kata Yuli di Mapolda DIY.
Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Hari Utomo mengatakan pihaknya sudah memeriksa sebanyak 9 orang saksi.
Ia pun berharap dengan dipublikasikannya kasus ini, akan ada saksi tambahan agar kasus semakin terang-benderang.
Hadi juga mengaku sudah mengantongi sejumlah nama dan data yang terkait dengan hilangnya korban sampai ia ditemukan tewas.
Ia menyebut tinggal mencari tersangka kejadian.
"Dugaan kami pelakunya lebih dari 1 orang, ini tinggal menunggu waktu saja," kata Hadi.
Sementara Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda DIY Kompol dr. D. Aji Kadarmo memperkirakan korban tewas antara rentang waktu 2 dan 7 Juli 2019.
Hal tersebut didasarkan pada pemeriksaan forensik dan kondisi jasad korban saat ditemukan.
"Namun terkait pola luka pada jenazah saat ini tidak bisa kami ungkapkan," kata Aji.