Prostitusi di Kalijodo Dibongkar, Atun Alih Profesi dari Jual Rokok ke Jual Bensin
Tak adanya Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sekitar kawasan itu menjadi alasan utamanya.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Bila Anda melintas di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara jangan heran bila banyak menemukan pedagang bensin eceran.
Mereka berjualan di sebelah kanan dan kiri di jalan itu yang lokasinya dekat Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo.
Baca: Daftar SNMPTN, Ini 100 Daftar Peringkat Kampus Terbaik di Indonesia
Atun (44), pedagang bensin eceran di Jalan Kepanduan II mengakui memang banyak pedagang bensin eceran di kawasan ini.
Tak adanya Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sekitar kawasan itu menjadi alasan utamanya.
"Di sini pom bensin jauh makanya banyak yang jual eceran," kata Atun kepada TribunJakarta.com, Jumat (23/2/2018).
Atun berdagang bensin dengan menggunakan gerobak kecil.
Setiap harinya, ia berjualan bahan bakar itu dari pagi sampai pukul 20.00 WIB.
Sewaktu kawasan Kalijodo masih menjadi lokasi prostitusi, Atun merupakan pedagang rokok keliling.
Namun setelah prostitusi itu dibongkar dan dibangun RPTRA, ia beralih profesi menjadi tukang bensin eceran.
Uniknya meski berjualan bensin, Atun tetap cuek saja merokok di tempatnya berjualan.
"Yang penting kan kita hati-hati aja ngisepnya jangan sampe kena bensin," ujarnya sembari tertawa.
Dalam sehari, Atun rata-rata menjual 50 liter bensin jenis pertamax yang ia jual Rp 10 ribu per liternya.
"Yang penting cukup buat makan sehari hari udah alhamdulillah," ucap pria asal Cirebon, Jawa Barat tersebut.
Baca: Sudah Disosialisaikan dan Belum Patuh, Dishub: Pasti Ada Sanksi Untuk Pelanggar Ganjil Genap