Deretan Fakta Penembakan Studio Soneta: Kronologi, Kejanggalan, Sampai Reaksi Rhoma Irama
Tembakan mengenai tembok pintu masuk studio dan membuat bagian bawah pintu kaca depan studio sedikit pecah.
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sementara, jika diukur 100 meter dari tembok yang berlubang, terdapat tembok bangunan yang lain.
"Sementara (jarak) seratus meter (adalah) dari tembok luar ke tembok kantor (studio), berarti kan (tembakannya) dari situ," jelasnya.
Keluarga Rhoma juga semakin dibuat bingung, lantaran kamera CCTV tidak menangkap gerak-gerik pelaku.
"Rada aneh sih, makanya kita bilang itu peluru setan," ujar Debby.
Rhoma Irama Sedang Syuting Saat Studionya Ditembak
Raja dangdut Rhoma Irama, seringkali menginap di studio rekaman miliknya, Studio Soneta Record (SR) di Jalan Tole Iskandar No.41, Sukmajaya, Kota Depok. Namun saat studio tersebut ditembaki orang tak dikenal pada Sabtu (3/3/2018) kemarin, Rhoma tidak berada di lokasi kejadian.
"(Rhoma) nggak (berada di studio), lagi syuting. Biasanya sih suka olahraga di situ kalau pagi, pas lagi nginep di situ, cuma kebetulan kemarin gak ada," kata Debby Rhoma, putri Rhoma Irama dihubungi wartawan, Minggu (4/3/2018).
Berdasarkan cerita Debby, tidak ada korban luka akibat kejadian itu.
Namun menurutnya, penembakan di studio milik ayahnya terbilang aneh.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut.
"Masih diselidiki aja karena aneh gitu. Anehnya arah penembakan itu sama proyektil pelurunya anehlah. Itu polisi agak sulit tentukan (tembakan) dari arah kiri atau kanan," ujarnya.
Menurutnya pula, jatuhnya peluru di lokasi penembakan tidak wajar. Terlebih, ia mendengar kabar jika peluru yang digunakan merupakan jenis khusus.
"Posisi jatuhnya peluru yang aneh. Jadi kita bilang semalem itu peluru setan. Proyektilnya katanya sih jenis khusus," ujar dia.
Kesaksian Warga

Banyak warga juga tidak mengetahui peristiwa penembakan studio yang terletak di jalan Tole Iskandar, SukmaJaya, Depok, Jawa Barat.
Berdasarkan kesaksian warga, Seha warga RT 1/21 kelurahan SukmaJaya, Depok, Jawa Barat tak mendengar peristiwa penembakan yang diarahkan ke studio tersebut.
"Saya enggak mendengar apa-apa, saya tiap hari jualan gado-gado di samping studio ini," pungkasnya pada TribunJakarta.com Minggu (4/3/2018).
Seha melanjutkan bahwa kemarin siang sejumlah polisi dari polsek setempat menanyakan hal yang serupa terkait penembakan itu.
"Kemarin ada polisi dari polsek yang dateng juga. Terus nanya ke saya dengar suara ledakan enggak? Saya jawab enggak dengar," pungkasnya.
Berdasarkan kesaksiannya, Seha melihat sejumlah polisi menyisir halaman depan studio tersebut mencari sesuatu di semak belukar. (Warta Kota/Tribun Jakarta/ Tribunnews)