Menhub Sebutkan 3 Pola Pengendara Dalam Penerapan Ganjil Genap di Tol Japek
"Pemilik kendaraan berangkat lebih pagi itu lumayan 6 sampai 9 persen suatu jumlah yang banyak," ujar Budi.
Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, melakukan evaluasi mengenai impelementasi tiga paket kebijakan penanganan kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek).
Evaluasi ini akan dilaksanakan di Posko Green Line Mega City, Jalan Jend. Ahmad Yani Blok A7 No.1 Bekasi Barat, Minggu (18/3/2018).
Budi mengatakan ada tiga pola yang dilakukan oleh penumpang terkait dengan pemberlakuan Ganjil Genap di Pintu Tol Bekasi Barat dan Timur.
Pola pertama yang disampaikan oleh Budi yaitu pengendara berangkat menuju Jakarta lebih pagi.
Jumlah pengamudi yang berangkat lebih pagi yaitu sebelum pukul 06.00 sebanya 6 sampai 9 persen.
Baca: Ketika Pengendara Mobil Bersiasat, Hindari Kebijakan Ganjil Genap Tol Jakarta-Cikampek
Baca: Lima Hari Aturan Ganjil Genap, Tren Kendaraan Tidak Patuh Semakin Menurun, Ini Datanya
"Pemilik kendaraan berangkat lebih pagi itu lumayan 6 sampai 9 persen suatu jumlah yang banyak," ujar Budi.
Pola yang kedua yaitu perubahan rute yang dilakukan oleh pemilik kendaraan yang semula melewati Bekasi Barat dan Timur pindah ke Tambun.
"Sedangkan yang lain adalah
rubah rute. Jadi semula lewat bekasi Barat dan Timur, mereka pindah ke Tambun atau yang lainnya," ujarnya.
Budi mengatakan dengan pola-pola seperti ini menjadikan Bekasi yang semulanya macet menjadi semakin lancar.
Sedangkan pola yang ketiga adalah pola yang belum maksimal penerapannya, yaitu perpindahan pemilik kendaraan pribadi untuk menggunakan transportasi umum.
Dalam hal ini, jumlah penumpang yang menggunakan bus premium menuju Jakarta belum mencapai 50 persen.
Budi mengatakan tercatan okupasi penumpang bus premium hanya 30 persen dari 48 bus yang disediakan.
"Tetcatat dari 30 persen dari okupansinya. Padahal dari PPD, Royaltrans, Blurbird sudah menyediakan jumlah bus yang cukup banyak yaitu 48 bus," jelasnya.