Kisah Warga Aceh Sumbang Rp 200 untuk Pembelian Pesawat Pertama RI, Hasil Jual Anak Sapi
“Bedanya, surat Nyak Sandang ditulis tangan, sementara surat milik ayahnya diketik,” terang dia.
Editor:
Ferdinand Waskita Suryacahya
Istimewa
Fotokopi obligasi senilai Rp 5600 atasnama Keuchik Abdullah yang diterbitkan untuk keperluan pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, pada tahun 1950.
Melihat fenomena Nyak Sandang yang sampai bertemu Jokowi di istana, Razali pun punya asa yang besar jika pinjaman nasional tahun 1946 yang diberikan bapaknya akan dibayar oleh negara.
“Pinjaman sejumlah Rp 200 diberikan secara sukarela oleh ayah saya yang saat itu berusia 33 tahun untuk modal membeli pesawat terbang R1-001. Uang itu hasil dari penjualan anak sapi,” tukasnya.
“Harapan kami sebagai ahli waris adalah agar pemerintah membayar pinjaman atau utang tersebut. Atau paling tidak ada perhatian dari pemerintah kepada keluarga kami yang pernah memberikan pinjaman untuk negara guna membeli pesawat,” harap anak pertama pasangan Berdan Walad dan Ti Zalikha itu. (Serambi Indonesia/c38)
Berita Terkait