Kampung Kembar di Duren Sawit: Punya 13 Pasang dan Pasangan Ini Curhat Sering Dikira Pacaran

"Saat masuk SMA kami sempat dikira pacaran," cerita Robi Purwanto kepada, Sabtu (24/3/2018).

Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Beberapa pasangan kembar yang tinggal di RW 03, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur 

Delapan tahun bukan lah waktu yang singkat. Apalagi dalam rentang waktu itu sedang menunggu.

Itulah yang dialami oleh Tri Wahyuni. Menikah delapan tahun dengan suami, mereka tak kunjung mendapat anak. Namun, Tri dan suami tidak patah semangat. Mereka terus berdoa agar diberikan anugerah membesarkan anak sendiri.

"Setelah nikah, saya kosong dulu sekira delapan tahun, belum di kasih anak, tetapi saya terus berdoa dan akhirnya dikasih anak, langsung dua malah," kata Tri saat ditemui TribunJakarta di kediamannya di RW 03, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Iya, Tri memang sangat bersyukur. Mereka mendapatkan sepasang anak kembar. Beda jenis kelamin pula. Memiliki sepasang anak kembar ternyata memiliki kenangan tersendiri bagi Tri Wahyuni, ibunda dari Robi Purwanto dan Firli Purwanti.

Tri mengaku sempat mengalami kesuliatan saat memilih nama untuk anak kembarnya.

Saat di USG hanya terlihat satu jenis kelamin, yakni wanita, sementara jenis kelamain kembaranya tidak terlihat.

"Sudah tahu punya anak kembar sejak usia kandungan empat bulan, tetapi sampai lahiran hanya terlihat yang cewek, satu lagi tidak terlihat," kata Tri Wahyuni, kepada TribunJakarta.

Baca: Hakim Tidak Pertimbangkan Permohonan Justice Collaborator Setya Novanto, Ini Alasannya

"Awalnya karena lahir bulan Desember dan mengira wanita, saya dan ayahnya memberi nama Desti dan Desna," tambahnya.

Tetapi setelah mengetahui kedua anaknya berbeda jenis kelamin ia sempat dilanda kebingungan karena tidak dapat menggunakan kedua nama yang telah disiapkan.

"Sempat bingung mau kasih nama siapa, tapi Bude-nya kasih saran nama sesuai bacaan Al-quran, yakni Robi-Firli," terangnya.

Ia menceritakan sangat bersyukur mendapat anak kembar, karena ia harus menanti kelahiran anak pertama selama delapan tahun.

"Setelah nikah, saya kosong dulu sekira delapan tahun, belum di kasih anak, tetapi saya terus berdoa dan akhirnya dikasih anak, langsung dua malah," pungkasnya.

Kami Sering Dikira Pacaran, Repot

Robi Purwanto dan Firli Purwanti adalah pasangan kembar beda jenis kelamin yang tinggal di kampung kembar, RW 03, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved