Derita Stroke, Ibunda Tersangka Penghina Nabi Muhammad Terbaring Sakit
TribunJatim.com menghubungi Ketua DPC Partai Demokrat Sidoarjo Juana Sari pada Jumat (27/4/2018) siang.
"Terkait kejadian ini, saya meminta maaf, biarkan hukum yang memproses yang bersangkutan," ungkapnya.
Dari data yang diperoleh TribunJatim.com di lapangan menyebutkan, kondisi kejiwaan Rendra terguncang usai usaha yang dimiliki ibunya pailit.
Nunuk dikenal sebagai wanita pebisnis.
Sekitar dua tahun belakangan, usaha yang dirintis Nunuk perlahan terpuruk.
Situasi tersebut diduga membuat kondisi kesehatan Nunuk semakin menurun.
Sedangkan, Rendra sendiri diketahui tengah berstatus duda.
Namun, Rendra diketahui berniat ingin membangun rumah tangganya kembali.
Sayangnya, Nunuk belum memberikan restunya.
Dugaan itu membuat kondisi kejiwaan Rendra semakin menjadi-jadi.
Kepada TribunJatim.com, Juana Sari mengaku turut prihatin.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa perilaku Rendra tentu saja tidak berkaitan dengan partai.
”Kami justru kasihan pada beliau (Nunuk) usai mengetahui kasus ini, khawatirnya beliau syok, lalu kondisinya semakin drop (menurun),” pungkas Juana Sari.
Akibat aksinya itu, Rendra ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Rendra juga ditahan sekitar 20 hari ke depan.
Hal itu dilakukan demi kepentingan penyelidikan.
Rendra yang merupakan anggota Partai Demokrat pun resmi dipecat.
Pasalnya, Rendra dianggap mengalami gangguan jiwa dan dirasa tak memenuhi persyaratan sebagai kader partai. (TribunJatim.com/Pradhitya Fauzi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/penghina-nabi-muhammad_20180428_143235.jpg)