Surabaya Diteror Bom

Kepala Keluarga Bomber 3 Gereja Jebolan Suriah, Ikat Bom di Paha Anak

Bom bunuh diri pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercelah Jalan Ngagel Madya Utara terjadi pukul 06.30 WIB.

Tayang:
Editor: ade mayasanto
ISTIMEWA/Facebook
Postingan terakhir istri Dita Supriyanto. 

Selanjutnya, bom yang meledak di GKI Diponegoro menggunakan bom pangku. "Kemudian bom yang di Katolik (GKI Diponegoro) itu menggunakan bom yang dipangku. Kita (polisi) belum paham jenis bomnya karena korbannya pecah. Tapi ini cukup besar karena dibawa dua orang menggunakan sepeda motor. Jenis bomnya berbeda. Jenis serta bahan peledaknya apa kini sedang diidentifikasi tim labfor," kata Kapolri.

Saksi mata ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Surabaya mengaku melihat dua orang mencurigakan yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Tak lama, terjadi ledakan yang melukai banyak orang.

Desmonda dan Devina merupakan kakak beradik yang menyaksikan dan menjadi korban ledakan itu. Mereka ada di kawasan gereja karena hendak mengikuti misa kedua.

"Dua lelaki pakai helm bawa kotak di tengahnya," kata Devina.

Menurut Devina, dua lelaki yang berboncengan motor itu masuk ke area parkir motor di sisi gereja. "Ada dua laki laki berboncengan bawa kotak hitam, habis itu ada ledakan,"kata dia.

Desmonda yang saat itu baru datang, kata Devina, terkena empat serpihan besi di kaki kanan. Dia dibawa ke Rumah Sakit Bedah Surabaya. "Sekarang masih pemulihan, baru saja dioperasi," ucapnya.

Selisih sekitar setengah jam bom meledak lagi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro. Saksi mata menyebut ada perempuan bercadar mengenakan jaket berwarna hitam dan menggandeng dua orang anak kecil memaksa masuk ke dalam gereja.

"Dia mendekat ke gereja, mau masuk, tapi kemudian dilarang oleh petugas, diminta keluar di area gereja," cerita Didin, jemaah GKI.

"Informasinya, bom juga ada di tubuh anak anaknya," kata Didin.

Baca: Antisipasi Serangan Teroris, Transjakarta Tingkatkan Pengamanan Sarana dan Prasarana Publik

Saksi lainnya bernama Tardianto mengatakan bom yang meledak di GKI tidak semuanya.

Masih ada beberapa yang menempel di paha anak kecil. Tim Jihandak (Penjinakan Bahan Peledak) langsung melepaskan bom itu dari paha anak yang tewas untuk diledakkan sekitar pukul 10.00 WIB.

"Ini bom yang di anaknya. Insyaallah sudah tidak ada bom aktif lagi," kata seorang petugas di lokasi.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, anak tersebut kemungkinan besar sudah tewas sebelum bom di pahanya diledakkan.

Sebab, saat bom pertama meledak, anak itu terkena ledakan dan benturan dengan perempuan dewasa pembawa bom Surabaya tersebut.

Jenazah pelaku pengeboman di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro Surabaya masih tergeletak di lokasi hingga Minggu (13/5) siang. Wartawan sempat bisa mendekat menyaksikan setidaknya ada dua orang berpakaian hitam hitam yang tergeletak di parkir motor dengan kondisi mengenaskan.

Bagian badan mereka tampak hancur dan berceceran serta terburai ke luar. "Jenazah masih di sana," kata petugas polisi di lokasi kejadian.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved