Surabaya Diteror Bom
Kepala Keluarga Bomber 3 Gereja Jebolan Suriah, Ikat Bom di Paha Anak
Bom bunuh diri pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercelah Jalan Ngagel Madya Utara terjadi pukul 06.30 WIB.
Vellicia Nyoko salah seorang jemaah menerima telepon dari pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro. Tak biasanya pendeta itu menelepon di jam jam itu.
"Saya disuruh ke sini. Katanya ada bom meledak," kata Vellicia, di lokasi.
Informasi yang ia terima dari pendeta, para jemaah sementara selamat dari kejadian tersebut. Menurutnya, ibadah umum pertama di sana dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung selama sekitar satu jam.
"Kalaupun molor, biasanya jam setengah delapan," tambahnya.
Paman Vellicia juga beribadah di lokasi yang sama. Namun, ia belum bisa menghubunginya.
Menurut informasi dari sang pendeta, para jemaah sudah diamankan di bangunan sekitar gereja.
"Saya harusnya ibadah di sini siang, jam sembilan sampai jam sepuluh," ujar warga Sedati, Sidoarjo itu.
Akibat kejadian ini, ia pun urung melakukan ibadah. Pindah ke lokasi lainnya di Gereja Pantekosta, sebuah bom mobil meledak.
Saksi mata Erens A Ratupa petugas keamanan gereja mengatakan, ledakan terjadi pukul 07.30 WIB. Ledakan terjadi di halaman parkiran Gereja Pantekosta.
"Pelaku mengendari mobil Avanza warna putih, mobilnya juga diledakkan," katanya.
Ia menyebutkan, petugas yang menjaga di area depan gereja mengalami luka parah. Sedangkan jemaah masih belum diketahui jumlah korbannya.
"Satu petugas keamanan luka parah. Sekitar 5 jemaah juga terluka. Masih belum diketahui ada yang meninggal apa tidak," katanya.
Ia menjelaskan, ledakan terjadi sebanyak 3 kali.
"Asap hitam langsung mengepul di depan halaman, semua orang panik," pungkasnya.
Petugas Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Bambang Sutejo, mengatakan aksi bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno, pelaku sengaja menabrakkan mobil jenis MPV ke pintu masuk gereja dan meledakkan bomnya.
Saat datang ke lokasi untuk memadamkan api, ia melihat mobil itu ringsek dan terbakar di pintu masuk Gereja. "10 meter dari dalam gereja kena dampak ledakan dan tabrakan mobil," terangnya.
Bambang menceritakan, saat memadamkan api di sekitar area parkir motor dan mobil Ia tidak mengetahui kalau ia sedang menghadapi teror bom.
"Saya tidak mengira kalau ini kasus bom bunuh diri, mengiranya hanya kebakaran," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/keluarga-dita-supriyanto_20180514_080720.jpg)