Pilpres 2019

AHY Berulang Tahun ke-40, SBY Resmikan Dukungan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Agus Harimurti Yudhoyono menginjak usia ke-40 tahun. Ia dapat 'hadiah' yang tak biasa. Meski begitu ia tetap menerimanya.

Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Instagram
AHY (kiri) Sandiaga Uno - Prabowo Subianto (kanan) usai deklarasi pencapresan Pemilu 2019, Kamis (9/8/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi menginjak usia ke-40 tahun pada hari ini, Jumat (10/8/2018).

Melalui akun Instagramnya, @agusyudhoyono, ia mengungkapkan rasa syukurnya bisa mencapai usia ke-40 tahun.

Putra pertama Presiden Indonesia ke-6 ini juga menyampaikan terima kasih pada banyak pihak yang memberikan ucapan dan doa di hari spesialnya.

"Alhamdulillah, hari ini saya berusia 40 tahun. Terima kasih teman-teman atas ucapan dan doa baiknya. Saya doakan semoga kita semua sehat, bahagia, serta senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk terus bermanfaat dalam kehidupan, dan dalam pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara. Aamiin...," tulis AHY.

Di hari yang sama, sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat secara resmi memberikan dukungan pada pencapresan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (10/8/2018) pagi tadi menandatangani berkas pengusungan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dokumen tersebut dibawa langsung oleh Prabowo Subianto ke kediaman SBY.

Ia pun memuji sosok Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ya saya kira demikian ya, saya merasa sangat dihormati, sangat tersanjung," kata Prabowo di rumah SBY, di bilangan Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Prabowo Subianto menambahkan, ia paham bahwa Partai Demokrat tentu mengharapkan AHY yang menjadi cawapresnya, bukan Sandiaga Uno.

"Beliau adalah panutan kita, beliau adalah orang yang berjiwa besar. Sebagaimana kita ketahui, saya kira Partai Demokrat tentu berharap kadernya AHY (yang jadi cawapres)," kata Prabowo.

AHY Turut Antarkan Prabowo-Sandi Mendaftar ke KPU

Persiapkan masa depan

Meskipun gagal, AHY mengaku tak berkecil hati.

Ia mengatakan, dirinya adalah warga negara yang ingin berbakti kepada negara.

Oleh sebab itu, jika ada kesempatan untuk menjadi pemimpin di kemudian hari, AHY ingin dirinya siap memenuhi panggilan tersebut.

"Jika lima tahun mendatang terbuka peluang bagi saya di tahun 2024, maka tugas dan kewajiban saya adalah untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," ujarnya saat memberikan keterangan pers di kediaman sang ayah, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018).

Dilansir dari Tribunnews.com, AHY menuturkan bahwa ia berencana untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Annisa Pohan.

Tanggal 15 Agustus 2018 mendatang telah dipilih menjadi hari keberangkatan keduanya ke Tanah Suci Mekkah.

AHY Tak Jadi Cawapres, Prabowo ke SBY: Beliau Orang yang Berjiwa Besar

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menandatangani berkas terkait pengusungan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018).(Abror Rizki)
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menandatangani berkas terkait pengusungan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018).(Abror Rizki) (Kompas.com)

Putra sulung SBY ini mengaku kepergiannya ini bukanlah rencana mendadak.

Ia mengatakan telah merencanakannya jauh-jauh hari untuk beribadah.

"Ini bukanlah sesuatu yang mendadak, kami sudah meniatkan ini jauh-jauh hari," jelas AHY.

Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maaf pada masyarakat terkait gagalnya ia menjadi cawapres pada Pilpres 2019.

Ia mengaku telah berusaha maksimal dalam setahun terakhir berkeliling Nusantara, mendengarkan aspirasi rakyat Indonesia.

"Dan tentunya saya mohon maaf yang sebesar-sebesarnya karena berbagai faktor, maka saya belum memiliki peluang untuk bisa menjadi cawapres," ujar AHY, di kediaman SBY, di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018).

Ia mengatakan jika tentu ada orang yang merasa marah, kecewa, dan kesal karena dirinya tak jadi maju menjadi cawapres di Pilpres 2019.

Karena itu, permohonan maafnya ia tujukan tak hanya kepada masyarakat semata. Namun juga bagi kader Demokrat serta orang-orang yang telah mendukungnya dan berharap dirinya maju menjadi cawapres.

"Saya memohon maaf untuk kader Demokrat yang berharap saya menjadi cawapres dan tentunya lapisan bangsa ini," tukasnya.

Sambangi Kediaman SBY, Prabowo Akan Konsultasi Pencalonannya dengan Sandiaga Uno

Punya kesempatan

Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief menjelaskan bahwa AHY sebenarnya punya elektabilitas yang cukup baik di usianya yang baru menginjak 40 tahun.

Hal itu ia lontarkan melalui akun Twitternya, @AndiArief__, Jumat (10/8/2018).

Awalnya ia merespon kegundahan Mantan Ketua KPU yang juga mantan narapidana korupsi Nazaruddin Sjamsudin, yang bertanya mengapa SBY menyerahkan masa depan anaknya pada partai lain, sementara Demokrat sendiri sebenarnya punya posisi yang kuat dan mampu membentuk koalisi sendiri.

"Yg saya ga habis pikir sampai pagi ini, knp SBY mempercayakan masa depan anaknya kpd partai2 lain. Knp dia ga memperjuangkannya sendiri dari awal dg membentuk dan memimpin sebuah koalisi. Kini nasi sudah menjadi bubur," tulis Nazaruddin Sjamsudin, @nazarsjamsuddin.

Andi Arief merespon bahwa sebenarnya suara AHY bisa mendongkrak Jokowi dan Prabowo Subianto.

Namun pada pemilu 2014 lalu suaranya hanya mencapai 10.2%.

Rampung Daftar ke KPU, Jokowi Dikawal Ketat Paspampres Sapa Relawan dan Kader Parpol Pendukung

"Penjelasannya karena AHY punya elektabilitas dalam usianya yang baru 40 th dan cukup tinggi. Simulasi capres cawapres dia bisa mendongkrak suara baik jkw dan 08 yg sama2 stagnan. Tapi AHY hanya potensial di cawapres dg midal suara demokrat 2014 hanya 10.2 %," tulis Andi Arief.

Andi Arief melanjutkan, bahwa sebenarnya Demokrat sadar Prabowo dan Jokowi punya elektabilitas yang tinggi.

Oleh karenanya partai tersebut tak ambil inisiatif untuk bangun koalisi sendiri.

Sempat berharap AHY bisa masuk jadi cawapres di antara keduanya namun tak terjadi, ia meyakini dalam politik hal tersebut tidaklah bermasalah.

"Partai Demokrat sadar bahwa Prabowo dan Jokowi yang tinggi elekt. itulah mengapa tdk ada inisiatif dari Demokrat utk bangun koalisi sendiri. Tadinya, kita berharap ada penerimaan rasional atas elekt AHY. Ternyata tidak terjadi. Bukan masalah, masih harus upaya keras," jelas Andi Arief.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved