G30S PKI
Masa Kecil Pimpinan PKI DN Aidit: Gemar Angkat Besi dan Rajin Tulis Catatan Harian
Sosok Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara (DN) Aidit lekat dengan peristiwa G30S/PKI.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara (DN) Aidit lekat dengan peristiwa G30S/PKI
DN Aidit memimpin PKI dan menjadikan partai komunis terbesar ketiga setelah Uni Soviet dan Cina.
Di zaman itu juga, PKI mempunyai organisasi sayap untuk segala lapisan masyarakat seperti Pemuda Rakyat, Gerwani, Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Lekra
Sementara, G30S/PKI merupakan peristiwa kelam ketika malam pada 30 September sampai 1 Oktober 1965.
Pada 30 September 1965 terjadi peristiwa penculikan dan pembunuhan yang dilakukan suatu kelompok militer pimpinan Letnan Kolonel Untung.
Dikenal sebagai Peristiwa G-30-S tersebut menuduh PKI di balik peristiwa tersebut dan Aidit sebagai dalangnya.
kibatnya, Aidit diburu oleh tentara.
Lalu bagaimana sebenarnya kehidupan DN Aidit di masa kecil?
Melansir buku berjudul Aidit, Marxisme-Leninisme, dan Revolusi Indonesia, Satriono Priyo Utomo menulis Aidit terlahir dari garis keturunan terhormat dari darah sang kakek Ki Agus H. Abdullah, tuan tanah dan pembuka kampung di Batu Itam.
Ketika bersekolah, Aidit tertarik mengambil pengetahuan barat.
Meski demikian, sikap Aidit tetap mengikuti etos masyarakat Belitung kala itu, menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan religius.
Aidit bersama adiknya kerap mengaji sampai waktu Isya datang dan disambung dengan salat Isya bersama.
Kala itu mereka diajari mengaji oleh Abdurrachim, adik ipar Abdullah (Ayah Aidit).
Selain itu, ternyata Aidit kerap diminta mengumandangkan azan karena suaranya dianggap keras dan lafalnya jelas.
Aidit dan adiknya sempat dititipkan ke pamannya, Busu Rahman di Kelapa Sampit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/dn-aidit_20180928_123936.jpg)