G30S PKI

Masa Kecil Pimpinan PKI DN Aidit: Gemar Angkat Besi dan Rajin Tulis Catatan Harian

Sosok Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara (DN) Aidit lekat dengan peristiwa G30S/PKI.

Tayang:
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Wikipedia
DN Aidit 

Saat tinggal bersama pamannya, Aidit baru boleh pergi tidur di waktu malam seusai menyelesaikan pekerjaan mengaji.

Busu Rahman memiliki peran dalam membentuk karakter kedisplinan dan pemikiran Aidit menjadi seorang marxian.

Aidit kecil menghabiskan waktu untuk belajar, bermain dan mengaji.

Bahkan, ia juga menyenangi tiap jenis olahraga seperti badminton, sepak bola, senam dan pencak silat.

Olaharaga yang paling digemari Aidit ketika kecil yakni angkat besi.

Dikisahkan pula, Aidit kecil kerap menuliskan tiap kejadian menarik di catatan harian.

Tak hanya itu, sebelum menamatkan sekolah dasar, Aidit kecil telah membaca seluruh buku di perpustakaan sekolah yang berjumlah ratusan.

Di usianya yang belasan tahun, Aidit telah membaca buku Das Kapital karya Karl Marx.

Buku tersebut kerap dibawanya ke atas Ginung Taja di Belitung.

Dia suka membaca buku tersebut di pos peristirahatan. Kebetulan sang ayah bekerja sebagai polisi kehutanan di puncak gunung tersebut.

Menurut kerabatnya, Aidit menyukai buku tersebut saat berada di Jakarta dan dibawa ke Belitung.

Dikatakan dalam buku tersebut, Aidit juga cerdas dan cepat belajar bahasa asing terutama bahasa Belanda.

Kemampuannya itu mempermudahnya untuk mempelajari berbagai sumber catatan soal ideologi dunia, yang waktu itu masih terbatas pada bahasa Belanda.

Saat usianya beranjak ke-15 atau 16 tahun, Aidit berkumpul dan mulai bergaul dengan buruh.

Tiap hari, Aidit kerap melihat perjuangan buruh itu berlumuran lumpur dan bermandi keringat.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved