Ustaz Ikut Politik, Deddy Corbuzier Tanya Jawab Bareng Gus Miftah

"Apa tanggapan ustaz terkait ustaz-ustaz lain yang memprovokasi demi kepentingan sendiri dan kelompoknya?"

Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Y Gustaman
Tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzier
Pendakwah Gus Miftah (kiri) dan Deddy Corbuzier (kanan) dalam sesi tanya jawab di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Kamis (18/10/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Deddy Corbuzier menyampaikan kerisauan atas kondisi sosial, politik atau apapun di kanal YouTubenya, kali ini topiknya hot. 

Pembawa acara ini menggandeng Gus Miftah, ustaz yang santer viral karena berdakwah di klub malam.

Bersama Gus MIftah, Deddy Corbuzier tetap melakukan sesi tanya jawab mengenai banyak hal.

Satu di antaranya terkait isu politik dan agama yang sering kali dihembuskan jelang Pilpres 2019.

Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan itu sudah Deddy Corbuzier kumpulkan sebelumnya dari warganet.

Deddy Corbuzier pun bertanya mengenai ustaz yang kerap memprovokasi umat demi kepentingan sendiri dan kelompoknya.

"Apa tanggapan ustaz terkait ustaz-ustaz lain yang memprovokasi demi kepentingan sendiri dan kelompoknya?" tanya Deddy Corbuzer seperti dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Kamis (18/10/2018).

Terkait pertanyaan itu, Deddy Corbuzier mengaku pernah menerima informasi dari rekannya.

Bahwa ia pernah mendengar seorang ustaz yang memberi arahan untuk menyoblos capres tertentu.

"Ini gue pernah dengar dari temen gue sendiri. Mohon maaf nih kalau salah, gue minta maaf dulu. Tapi dia pernah bilang sama gue. Gue pernah dengar pengajian. Eh di pengajian itu ustaznya malah bilang 'eh kalian itu harus nyoblos presiden yang nomor ini, karena begini begini begini'," ujarnya.

Menanggapi pertanyaan dan cerita dari Deddy Corbuzier, Gus Miftah memberi penjelasan.

"Yang provokasi bukan ustaz, tapi provokator. Kampanye boleh kalau konteksnya kampanye. Kalau ngaji ya ngaji saja, ngapain pakai kampanye," jelas Gus Miftah.

"Jadi jangan digabung?" tanya Deddy Corbuzier.

Gus Miftah menjawab tidak boleh digabung antara keduanya.

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan hubungan caleg dengan pemuka agama saat ini.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved