Ustaz Ikut Politik, Deddy Corbuzier Tanya Jawab Bareng Gus Miftah
"Apa tanggapan ustaz terkait ustaz-ustaz lain yang memprovokasi demi kepentingan sendiri dan kelompoknya?"
Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Y Gustaman
"Persoalannya itu sekarang caleg mendekati kiai, kiai mendekati caleg."
"Caleg mendekati kiai, ingin dipilih kiai dan jemaahnya. Kiai mendekati caleg supaya makan amplopnya caleg," ungkap ustaz asal Yogyakarta ini.
Keduanya pun tertawa terbahak-bahak.
Lebih lanjut, Gus Miftah menjelaskan biasanya pemuka agama yang sudah terkoneksi itu tak akan berani mengkritik sang caleg saat sudah terpilih.
"Makanya kalau biasanya calegnya jadi, kiai nggak berani nasihati," jelasnya.
Deddy Corbuzier pun memberikan pertanyaan lagi dalam topik yang sama.
"Tapi mengapa politik sering disangkutpautkan dengan agama?" tanya warganet yang dibacakan Deddy Corbuzier.
"Kalau menurut gue, agama ini udah tua banget umurnya. Jadi yang paling mudah untuk digesek-gesek itu ya agama. Jadi senjata. Ada orang bilang, 'senjata terkuat untuk hancurkan dunia ini ya agama'," jelas pembawa acara berusia 41 tahun ini.
Gus Miftah tak mengelak pernyataan Deddy Corbuzier.
"Dan yang paling gampang dipolitisir itu agama. Karena begitu banyak ummat yang percaya dengan tokoh agama," timpal Gus Miftah.
Deddy Corbuzier mengaku itu hal yang menarik. Sebab banyak orang kini kerap memakai pernyataan dari pemuka agama.
"Makanya saya bilang, seseorang itu bagaimana dia memahami agamanya tergantung siapa yang membawa tokohnya," terang Gus Miftah.
"Kalau tokohnya orang terbuka ya terbuka, kalau tokohnya keras ya keras," jelasnya.
"Jangan memutuskan orangnya. Pelajari agamanya yang baik," ungkap keduanya.
Sosok Gus Miftah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pendakwah-gus-miftah-kiri-dan-deddy-corbuzier-kanan_20181018_181933.jpg)