Lion Air JT610 Jatuh

Fakta Jaksa Dodi Junaidi Korban Lion Air PK-LPQ, Cari Pesawat Pertama Demi Upacara Sumpah Pemuda

Fakta jaksa Dodi Junaidi jadi korban Lion Air PK-LPQ, cari pesawat pertama demi upacara Sumpah Pemuda.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Keluarga almarhum Dodi Junaidi, yang merupakan Kepala Seksie Tindak Pidana Khusus (Kasie Pidsus) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, berangkat ke Kejaksaan Agung didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangsel, Bima Suprayoga dan jajaran, Senin (5/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Jaksa Dodi Junaidi menjadi salah satu korban Lion Air PK-LPQ yang jatuh di Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018).

Pesawat itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, sekitar pukul 06.10 WIB.

Sedianya, pesawat mendarat di Bandara Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB.

Namun, pesawat tersebut hilang kontak pukul 06.33 WIB. Pesawat tersebut disebutkan membawa 181 penumpang, terdiri dari 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi.

Kini satu per satu jenazah penumpang telah teridentifikasi.

Diantara jenazah tersebut ternyata ada jaksa Dodi Junaidi yang turut menjadi penumpang Lion Air PK-LPQ.

Berikut sederet fakta jaksa Dodi Junaidi yang menjadi korban Lion Air PK-LPQ dirangkum TribunJakarta.com:

1. Disemayamkan di Kejaksaan Agung

Tim evakuasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, berhasil mengidentifikasi jasad korban Kepala Seksie Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, Dodi Junaidi.

Dodi Junaidi menjadi korban jatuhnya pesawat tipe Boing 737 Max 8 itu saat hendak masuk tugas.

Berdasarkan keterangan adik Dodi, Verawati Sidik, jasad yang ditemukan, sedang disemayamkan terlebih dahulu di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung).

Setelah disemayamkan di Kejagung, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Haji Sidup, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), pada sekira pukul 08.00 WIB, Senin (5/11/2018).

Aktivitas ground handling Lion Air
Aktivitas ground handling Lion Air (Istimewa)

Setelah itu, keluarga akan menyolatkannya di Masjid Al-Ikhlas dan megebumikannya di Taman Pemakaman Umum (TPU) dekat rumah duka.

Vera dan keluarga merasa lega atas temuan jasad kakaknya itu. Meskipun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, namun keluarga tidak lagi gamang menanti nasib Jaksa Dodi.

"Ya sedih juga ternyata benar ditemukan sudah tidak ada, tapi setidaknya keluarga tidak menggantung seperti kemarin belum ditemukan," ujar Vera saat ditemui TribunJakarta.com.

2. Desak rekaman black box dibuka

Mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kalimantan Timur, Muhamad Sidik, yang merupakan ayah dari Kasie Pidsus Kejari Pangkal Pinang, Dodi Junaedi, satu di antara 189 korban pesawat jatuh itu, meminta agar imformasi dalam black box bisa diungkap secara transparan kepada publik.

Dirinya tidak memikirkan pihak mana yang bersalah atas kecelakaan tersebut, namun baginya informasi yang transparan disampaikan ke publik, penting bagi jasa penerbangan di Indonesia ke depannya.

"Ya kalaupun memang itu kejadiannya bukan kesalahan manajemen, enggak masalah, yang penting transparansi buat penumpang, buat pengguna jasa penerbangan," ujar Sidik.

Terlebih sebelum pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan secara resmi penyebab jatuhnya pesawat, wacana spekulasi tentang penyebab insiden tersebut yang menyoal sejumlah faktor, sudah ramai menyebar.

"Iya kita mau tau itu kenapa, apa lagi kita lihat berita itu pesawat baru, apa lagi ada beredar yang pesawat ada trouble sebelumnya, segala macam. Namun untuk kejelasannya kita ketahui dari black box itu yang pastinya. Mungkin keterangan dari situ bisa 100% bisa kita percaya," katanya.

TERPOPULER: Ahmad Dhani Terus Unggah Kebersamaan dengan Mulan, Maia: Saking Berbunga-bunganya

Ramalan Zodiak Senin 5 November 2018, Aries Kehilangan Semangat hingga Putus Asa

3. Kerap bolak balik Jakarta

Dodi Junaidi ternyata baru saja ditugaskan sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Negeri Pangkal Pinang selama tujuh bulan.

Sebelumnya, Dodi Junaidi bertugas di Kejaksaan Negeri Bengkulu.

Ayahanda Dodi Junaidi mengatakan, sang anak biasanya dua pekan sekali ke Jakarta untuk menemui istri dan anaknya yang bertempat tinggal di Kawasan Ciputat Timur.

"Enggak selalu setiap weekend (ke Jakarta) tapi biasanya dua minggu sekali. Dia meninggalkan tiga anak, anak pertama kelas 1 SMP, anak kedua kelas 6 SD, dan anak terakhir kelas 2 SD," tegasnya.

4. Kajari Tangsel ungkap sosok Dodi Junaidi

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang Selatan (Tangsel), Bima Suprayoga mengungkapkan sosok jaksa Dodi Junaidi dimatanya.

Hal tersebut disampaikannya ketika mendatagi rumah duka Dodi Junaidi.

"Dan kepergian beliau ke Pangkalpinang itu dalam rangka menjalankan tugas. Senin pagi adalah awal dari kegiatan," papar Bima.

Selain itu, Bima mengatakan jika Jaksa Dodi sempat bertugas di berbagai wilayah seperti, Lampung, Bengkulu dan terakhir di Kejari tipe A Pangkalpinang.

Keluarga almarhum Dodi Junaidi, yang merupakan Kepala Seksie Tindak Pidana Khusus (Kasie Pidsus) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, berangkat ke Kejaksaan Agung didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangsel, Bima Suprayoga dan jajaran, Senin (5/11/2018).
Keluarga almarhum Dodi Junaidi, yang merupakan Kepala Seksie Tindak Pidana Khusus (Kasie Pidsus) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, berangkat ke Kejaksaan Agung didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangsel, Bima Suprayoga dan jajaran, Senin (5/11/2018). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

"Ini tentu perjuangan almarhum yang sangat luar biasa," ucapnya.

Catatan karier Jaksa Dodi yang kerap dipercaya di berbagai wilayah, disebut Bima sebagai bentuk profesionalitas yang diakui oleh pihak kejaksaan.

"Almarhum dikenal sebagai sosok yang baik. Sosok jaksa yang pejuang, tidak pernah mengeluh. Karena dari track record perjalanan karir almarhum yang pindah-pindah itu menunjukkan bahwa almarhum adalah jaksa yang mumpuni dan profesional menurut saya," tegasnya.

Tim SAR Kembali Temukan Sepasang Roda Pesawat Lion Air PK-LQP Beserta Mesin ELT

Pretty Asmara Meninggal, Pedangdut Lala Amri Ungkap Momen Terakhir Bertemu, Syok hingga Menyesal

5. Demi mengejar upacara sumpah pemuda

Ayahanda Dodi Junaidi lebih lanjut memaparkan jika sang anak mengambil penerbangan pertama demi mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

"Pada saat kejadian itu, dia mencari pesawat yang paling pertama ke Pangkal Pinang karena mengejar upacara sumpah pemuda di kantornya," katanya.

(TribunJakarta.com/Kurniawati Hasjanah/Jaisy Rahman Tohir)

Mimpi dan Ambisi Bima Sakti Bawa Indonesia Raih Juara Piala AFF 2018

Cerita Pretty Asmara, Dimanja Sejak di Kandungan karena Dianggap Membawa Keberuntungan

Mengenal Sederet Hotel Mewah yang Disebut Prabowo di Pidato Boyolali

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved