Pilpres 2019
Hitungan Prabowo Subianto: Butuh Rp 11,8 Triliun Beli Pengaruh di Seluruh Indonesia
Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mendapatkan nomor urut satu dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
TRIBUNJAKARTA.COM- Gong pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah ditabuh. Dalam pesta domokrasi kali ini, hanya ada dua calon presiden (capres) yang bakal memperebutkan suara rakyat.
Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mendapatkan nomor urut satu dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan nomor urut dua sebagai peserta Pemilu Presiden 2019 atau Pilpres 2019.
Penentuan nomor kontestan itu berdasarkan hasil pengundian nomor urut calon presiden-calon wakil presiden yang dilakukan di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (21/9/2018) malam.
Bertarung memperebutkan kue kekuasaan, tentu saja membutuhkan dana yang tidak kecil.
Untuk membeli pengaruh di seluruh Indonesia, Menurut Capres Prabowo Subianto, membutuhkan dana sekitar Rp 11,8 triliun.
Rinciannya:
1. Jabatan kades di Indonesia ada 81.000. Biaya kampanye Rp 300 juta.
2. Jabatan bupati ada 416 jumlahnya dan biaya kampanye Rp 20 miliar
3. Jabatan Walikota ada sekitar 98 dengan biaya kampanye Rp 20 miliar.
4. Jabatan gubernur ada 34 provinsi dengan biaya kampanye sekitar Rp 200 miliar.
5. Jabatan presiden dengan biaya Rp 5 triliun.
Itu perkiraan Capres Prabowo Subianto yang tertuang dalam buku 'Pandangan Strategis Prabowo Subianto Paradoks Indonesia'.
• Capres Prabowo Jadi Gantungan Politik PAN di Pileg 2019
• Kader Wajib Dukung Prabowo-Sandiaga, Sekjen PAN Pahami Pilihan Demokrat
• Demokrat Dukung Penuh Prabowo-Sandiaga, Tapi Masih Tunggu Konsolidasi Bersama
Menurut Prabowo Subianto, setiap unsur di masyarakat dan di setiap tingkatan kepemimpinan sudah sarat dengan sogok-menyogok.
"Orang yang punya banyak uang atau dimodali banyak uang bisa membeli suara, membeli loyalitas dan membeli ketaatan," tulis Prabowo.
Sekarang, tulis Prabowo, "Banyak pemimpin kita, banyak pejabat kita bukan taat kepada undang-undang dasar, bukan taat kepada kepentingan bangsa, tetapi taat kepada yang memberi uang.
"Ini semua karena demokrasi yang kita laksanakan, demokrasi liberal yang kita laksanakan sekarang ini membutuhkan biaya besar," ungkap Prabowo Subianto dalam bukunya. (Achmad Subechi)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kalkulasi Prabowo Subianto: Untuk Membeli Pengaruh Butuh Dana Rp 11,8 Triliun