Begini Modus Operandi Geng Nona saat Todong dan Rampas Handphone Korban
Supriyanto mengatakan, sebelum memulai aksinya, Geng Nona mengincar penumpang dari bus luar kota yang baru turun di terminal.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Komplotan penodong Terminal Tanjung Priok yang dikomandoi wanita bernama Nona Haryati (32) memiliki modus operandi tersendiri untuk melancarkan aksinya.
Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supriyanto mengatakan, anggota Geng Nona berisi delapan orang termasuk Nona selaku otak penodongan selalu melibatkan anak di bawah umur dalam setiap aksinya.
Polisi sudah berhasil menangkap lima dari delapan anggota Geng Nona, di antaranya Nona, Adi bin Umar (22), Dedi Suryadi (20), dan dua pelaku di bawah umur YR alias Kucing (17) serta AG (15).
Supriyanto mengatakan, sebelum memulai aksinya, Geng Nona mengincar penumpang dari bus luar kota yang baru turun di terminal.
Nona mengajak beberapa anak di bawah umur yang biasa berkumpul bersama komplotannya di Terminal Tanjung Priok, termasuk YR dan AG. Nona akan menyuruh YR dan AG untuk mengemis kepada korbannya.
"Awal mulanya, pertama penumpang yang datang dari luar kota didatangi oleh pelaku yang anak kecil, pura-pura, om minta uang buat makan," kata Kompol Supriyanto dalam konferensi pers di Mapolsek Tanjung Priok, Senin (26/11/2018).
Supriyanto menjelaskan setelah anak suruhan Nona mendapatkan uang dari korbannya, pelaku lainnya yang bersembunyi di sela-sela bus akan mengerubungi korban.
Secara bergerombol, mereka akan menodong dan merampas barang berharga milik korban, seperti misalnya handphone. Namun, mereka tidak pernah melukai korbannya.
"Setelah dikasih uang teman-temannya yang lain pada datang. Mereka ngambil dompet, handphone, semua diambil. Pelakunya ada tujuh sampe delapan orang, setelah dapat mereka langsung pergi," kata Kapolsek.
Menurut Supriyanto, Geng Nona memang tinggal di rumah-rumah bedeng dekat Terminal Tanjung Priok.
Oleh karenanya, mereka mudah beroperasi pada dini hari di Terminal Tanjung Priok.
Adapun selama sebulan terakhir Geng Nona sudah 30 kali menjalankan aksi penodongan.
"Kurang lebih dari pengakuan sudah 30 kali. Itu dalam sebulan. Belum bulan-bulan yang sebelumnya," kata Supriyanto.
• Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Kurungan Penjara oleh JPU
• Cuma Dapat Rp 20 Ribu dari Hasil Nodong, Pelaku Minta dan Ikut Korban Ambil Harta Lainnya di Rumah
• Diduga Jadi Mucikari, Dua Pemilik Warung Miras di Depok Dicokok Polisi
AG, salah satu anak di bawah umur yang terlibat, mengatakan bahwa saat beraksi dia berpura-pura meminta uang ke korbannya untuk membeli rokok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/aparat-polsek-tanjung-priok-meringkus-komplotan-penodong-nona.jpg)