Ada 49 Titik yang Rawan Terjadi Banjir di Kota Bekasi

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, saat ini wilayah Kota Bekasi masih memiliki 49 titik rawan banjir

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Simulasi banjir yang digelar tim gabungan dari Pemkot Bekasi. Simulasi berlangsung di sungai Kalimalang, Bekasi Timur, Kamis (29/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, saat ini wilayah Kota Bekasi masih memiliki 49 titik rawan banjir.

Wilayah yang rawan terdampak banjir berada di daerah dekat Kali Bekasi.

"Masih ada 49 titik banjir, relatif lebih banyak berada pada Sungai Bekasi, hampir 30 tahun Sungai Bekasi tidak di restorasi, baik rehabilitasi maupun normalisasi," kata Tri saat menghadiri simulasi penanggulangan banjir di Bekasi Timur, Kamis, (29/11/2018).

Dia berharap, pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk melakukan langkah-langkah penanganan.

"Makin lama makin tinggi endapan yang ada, lalu juga dinding sungai dalam kondisi yang sangat mengkhawatrikan, kami berharap pemerintah pusat dalan hal ini BBWSCC, untuk segera melakukan langkah2 penanganannya," jelas dia.

Selain itu kata dia, sejumlah persoalan banjir juga disebabkan tidak mengalirnya aliran air Kali Bekasi dari wilayah selatan ke utara Kota Bekasi. Akibatnya, wilayah-wilayah seperti Pondok Gede, Jatiasih, Jatibening dan sekitarnya kerap dilanda banjir.

"Persoalan crossing (saluran air) yang ada di bawah tol dan juga kalimalang itu ada 13 titik, kita baru selesaikan satu yang ada di sasak jarang yang ada di sebelah selatannya Kalimalang dekat tol Bekasi Timur, kalau itu semua kita bikin dengan diameter yang memadai, itu akan memperlancar aliran air yang lari ke arah utara," jelas dia.

Jokowi Soroti Keluarganya Jual Martabak dan Pisang, Kaesang Pangarep: Jiwa dan Raga Saya Terpanggil

Lion Air PK-LQP: Hotman Paris Ungkap Ancaman Terhadap Keluarga Korban dan Perlawanan Balik Lion Air

Adapun dalam menghadapi musim hujan serta bencana banjir, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan. Diantaranya, melakukan simulasi banjir tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Kota Bekasi, Satpol PP, Tagana, serta instasi lainnya.

Tri Adhianto mengatakan, simulasi ini adalah bentuk latihan kesiapan tim gabungan dalam menghadapi musim hujan dan bencana banjir yang kerap melanda Kota Bekasi.

"Jadi bentuk penguatan kordinasi dari instasi baik BPBD, Polres, Kodim, dan instasi lainnya, mudah-mudahan dengan perisapan ini kita siap menghadapi musim hujan 2018 hingga 2019 awal," kata Tri.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved