Cerita Warga Korban Kebakaran di Grogol, Asap Tebal Masuk Kamar Bangunkan Tri dan Istrinya

Hendra yang baru bangun tersebut pun lantas mengambil satu unit tabung kecil APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang berada dekat dengan kompornya.

Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NOVIAN ARDIANSYAH
Korban kebakaran di Jalan Tomang Utara, Jakarta Barat yang menghanguskan ratusan rumah pada Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Hendra dan Tri terbangun dini hari saat asap tebal memasuki ruangan di rumahnya.

Mereka berdua yang berbeda tempat tinggal itu pun langsung menuju keluar rumah untuk mencari tahu sumber dari asap tebal tersebut.

Diketahui setelahnya, asap tebal itu muncul akibat adanya api yang telah melalap sebuah rumah milik Ibu Tum di Jalan Tomang Utara, RT.02, RW 15, Jakarta Barat.

Mengetahui ada kebakaran, Hendra yang baru bangun tersebut pun lantas mengambil satu unit tabung kecil APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang berada dekat dengan kompornya.

APAR tersebut, kata Hendra, sengaja dibawa olehnya untuk memadamkan api yang sudah terlanjur membesar di rumah milik Ibu Tum.

"Api muncul sudah dari pukul 02.30 WIB. Saya sudah coba padamkan pakai APAR, dua kali satu pakai yang kecil kedua pakai APAR yang tabung besar milik warga yang laun," kata Hendra.

Korban kebakaran di Jalan Tomang Utara, Jakarta Barat yang menghanguskan ratusan rumah pada Senin (21/1/2019).
Korban kebakaran di Jalan Tomang Utara, Jakarta Barat yang menghanguskan ratusan rumah pada Senin (21/1/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/NOVIAN ARDIANSYAH)

Berkat APAR, kata Hendra, api berhasil dipadamkan sementara. Namun selang beberapa saat api kembali membesar dan merembet ke rumah lainnya.

"Itu memang sudah padam sementara pas saya semprot pakai APAR. Tapi gak lama gede lagi, besar langsung merembet. Coba disiram pakai air tapi sudah pasrah, gak bisa (padam)," tutur Hendra.

Tri warga lainnya juga mengatakan hal senada.

"Iya jadi sudah langsung membesar pukul 03.00 WIB. Awalnya ada asap tebal, saya dan istri kebangun karena asapnya masuk ke kamar di lantai dua," kata Tri.

Mereka berdua pun mengaku tidak bisa menyelamatkan apa-apa selain surat-surat berharga dan sejumlah uang.

Beruntung, semua warga yang berada di sekitar terbangun pada saat kebakaran dan berhasil menyelamatkan diri. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

"Karena sudah keburu membesar jadi saya cari surat-surat penting aja yang saya selamatkan. Sama uang pasar, karena saya juga kelola uang pedagang di pasar," ujar Tri.

Diketahui sebelumnya, dugaan sementara kebakaran tersebut disebabkan dari rumah milik Ibu Tum yang dikethaui sedang memasak pada dini hari.

Adapun kebakaran tersebut berdampak terhadap 1.251 jiwa yang terdiri dari 185 kepala keluarga.

Sementara itu total hunian yang hangus terbakar berjumlah sekitar 165 rumah.

"Yang terdampak itu 1.251 jiwa dari tiga RW, di RW.11, RW.14, dan RW. 15. Sementara kita sudah bangun dua posko, kita arahkan ke sini (posko) di RW.14 dan RW.15," kata Camat Grogol Petamburan Achmad Sajidin.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved