Kebakaran Ratusan Rumah di Tomang, Hendra Sempat Mencoba Padamkan Api yang Sudah Membesar
Hendra dan Tri terbangun dini hari saat asap tebal memasuki ruangan di rumahnya. Ia mencoba memadamkan api yang sudah membesar.
Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah
TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Hendra dan Tri terbangun dini hari saat asap tebal memasuki ruangan di rumahnya.
Mereka berdua yang berbeda tempat tinggal itu pun langsung menuju keluar rumah untuk mencari tahu sumber dari asap tebal tersebut.
Diketahui setelahnya, asap tebal itu muncul akibat adanya api yang telah melalap sebuah rumah milik Ibu Tum di Jalan Tomang Utara, RT.02, RW 15, Jakarta Barat.
Mengetahui ada kebakaran, Hendra yang baru bangun tersebut pun lantas mengambil satu unit tabung kecil APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang berada dekat dengan kompornya.

APAR tersebut, kata Hendra, sengaja dibawa olehnya untuk memadamkan api yang sudah terlanjur membesar di rumah milik Ibu Tum.
"Api muncul sudah dari pukul 02.30 WIB. Saya sudah coba padamkan pakai APAR, dua kali satu pakai yang kecil kedua pakai APAR yang tabung besar milik warga yang lain," kata Hendra.
Berkat APAR, kata Hendra, api berhasil dipadamkan sementara.
Namun selang beberapa saat api kembali membesar dan merembet ke rumah lainnya.
"Itu memang sudah padam sementara pas saya semprot pakai APAR. Tapi gak lama gede lagi, besar langsung merembet. Coba disiram pakai air tapi sudah pasrah, gak bisa (padam)," tutur Hendra.
Tri warga lainnya juga mengatakan hal senada.
"Iya jadi sudah langsung membesar pukul 03.00 WIB. Awalnya ada asap tebal, saya dan istri kebangun karena asapnya masuk ke kamar di lantai dua," kata Tri.

Mereka berdua pun mengaku tidak bisa menyelamatkan apa-apa selain surat-surat berharga dan sejumlah uang.
Beruntung, semua warga yang berada di sekitar terbangun pada saat kebakaran dan berhasil menyelamatkan diri. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
"Karena sudah keburu membesar jadi saya cari surat-surat penting aja yang saya selamatkan. Sama uang pasar, karena saya juga kelola uang pedagang di pasar," ujar Tri.