Abu Bakar Baasyir Bebas

Terkait Pembebasan Abu Bakar Baasyir, Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Mengoreksi Presiden

Fadli Zon heran dengan perbedaan kebijakan yang ditunjukan pemerintah dalam waktu beberapa hari terkait pembebasan terpidana kasus tindak pidana teror

Terkait Pembebasan Abu Bakar Baasyir, Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Mengoreksi Presiden
twitter/ Sudjiwo Tedjo
Sudjiwo Tedjo, Fadli Zon, dan Budiman Sudjatmiko 

"Orang sudah tahu kok kalau ini cuma permainan politik dan menjadikan hukum mainan politik atau manuver politik," ujar Fadli.

The Jakmania Kritik Sistem Perekrutan Pemain Baru Persija Jakarta, Ini Jawaban Manajer Tim  

Ucapkan Terima Kasih ke Persipura, Hilton Moreira Umumkan Berstatus Bebas Transfer

Sebelumnya, pada Senin (21/1/2019) petang, Wiranto menegaskan, pembebasan Ba'asyir membutuhkan pertimbangan dari sejumlah aspek terlebih dahulu.

"(Pembebasan Ba'asyir) masih perlu dipertimbangkan dari aspek-aspek lainnya. Seperti aspek ideologi Pancasila, NKRI, hukum dan lain sebagainya," kata Wiranto membaca naskah siaran pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

Keluarga Ba'asyir memang telah mengajukan permintaan pembebasan sejak tahun 2017.

Alasannya, Ba'asyir yang divonis 15 tahun hukuman penjara sejak 2011 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu sudah berusia sepuh.

Kesehatannya pun semakin memburuk. Presiden, lanjut Wiranto, sangat memahami permintaan keluarga tersebut.

Hujan Deras, Korban Kebakaran Tomang Khawatir Banjir Landa Tenda Pengungsian

Sekilas Sosok Irish Bella Calon Istri Ammar Zoni, Perjalanan Karier Sampai Asmara

"Oleh karena itu, Presiden memerintahkan kepada pejabat terkait untuk segera melakukan kajian secara lebih mendalam dan komprehensif guna merespons permintaan tersebut," ujar Wiranto.

Sementara itu beberapa hari sebelumnya, Presiden Joko Widodo membenarkan bahwa ia telah menyetujui pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir.

Menurut Jokowi, Baasyir yang belum menjalani seluruh masa hukumannya dibebaskan karena alasan kemanusiaan.

"Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan, artinya Beliau kan sudahsepuh (tua). Ya pertimbangannya pertimbangan kemanusiaan. Karena sudahsepuh. Termasuk ya tadi kondisi kesehatan," kata Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?".
Penulis : Jessi Carina

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved