Anies Sebut DBD Banyak Menyerang Anak-Anak Usia Sekolah, Begini Respon Kadisdik DKI

"Kalau fogging kan bukan kita. Sekolah itu bersuratnya kepada puskesmas, kepada lurah setempat," katanya.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
Tribun Jakarta/Bima Putra
Spanduk dari Dinas Kesehatan Jakarta Pusat yang menyatakan Kecamatan Menteng bebas DBD. Jumat (23/2/2018) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan bahwa dirinya sudah mengirimkan surat edaran ke sekolah-sekolah agar memaksimalkan pemberdayaan di seluruh unit terkait pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan sekolah.

Hal ini, sebagai tindak lanjut dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut bahwa penyakit demam berdarah dengue (DBD) banyak menyasar pada anak-anak di usia sekolah yakni sekitar 13 hingga 15 tahun.

"Sudah membuat surat edaran, surat edarannya juga sudah diedarkan kepada seluruh jajaran sekolah. Isinya, pemberdayaan dari seluruh unit-unit sekolah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk," kata Bowo saat dikonfirmasi, Senin (28/1/2019).

Pemberantasan tersebut, meliputi kegiatan bersih-bersih bak di toilet atau kamar mandi, menguras kolam, kegiatan pembersihan taman-taman yang memiliki genangan, hingga penampungan genangan air yang terdapat dalam dispenser, hingga di belakang kulkas.

Sedangkan untuk kegiatan fogging, lanjut Bowo, pihak sekolah telah berkordinasi dengan puskesmas hingga lurah setempat untuk melakukan penyemprotan di lingkungan-lingkungan tersebut.

"Kalau fogging kan bukan kita. Sekolah itu bersuratnya kepada puskesmas, kepada lurah setempat," katanya.

DBD sendiri, merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia.

Penyakit tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepti atau Albopictus Betina yang terinfeksi.

DBD Status Siaga, Warga Depok Mulai Terjangkit Penyakit Cikungunya

187 Pasien Dirawat karena DBD di Depok, Wakil Wali Kota Sarankan Pemberantasan Sarang Nyamuk

187 Penderita DBD Dirawat di Depok

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyakit tersebut utamanya ditemukan dengan menyerang anak-anak usia sekolah saat di waktu jam pelajaran, yakni sekitar pukul 10.00 WIB.

"Ini penting. Karena dari kasus yang ditemukan, utamanya (menyerang) anak-anak berusia antara 13 dan 15 tahun dan kejadian biasanya kejadian sekitar pukul 10.00 WIB plus minus satu atau dua jam. Tapi kira-kira pagi hari dan umumnya mereka berada di sekolah. Karena itu sekolah-sekolah penting untuk melakukan tindakan antisipasi," tutur Anies, pada beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved