Pemkot Depok Jamin Ketersediaan Alat Fogging dan Cairan Insektisida Cegah Penyebaran DBD
Meski cukup secara jumlah, Novarita menegaskan fogging bukan cara terampuh menghentikan penyebaran DBD atau membunuh nyamuk Aedes Aegypti.
Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menjamin ketersediaan alat fogging di 63 Kelurahan yang tersebar di 11 Kecamatan di Depok guna mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kadinkes Kota Depok Novarita mengatakan alat fogging disimpan di Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Puskesmas di Kelurahan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas di Kecamatan.
"Untuk alat fogging cukup, disimpan di UPF dan UPT Puskesmas yang ada. Jumlah alat keseluruhannya berapa saya enggak ingat, yang jelas di setiap UPF dan UPT minimal ada satu alat," kata Novarita di Balaikota Depok, Rabu (30/1/2019).
Novarita menuturkan ketersediaan cairan insektisida yang merupakan satu campuran selain bensin dan solar untuk fogging cukup memenuhi kebutuhan warga Kota Depok.
Pun dengan ketersediaan tenaga dari Puskesmas yang mumpuni jadi fogger, karena tak sembarang orang tahu cara mengoplos obat yang mampu membunuh nyamuk Aedes Aegypti.
"Cairan insektisidanya cukup. Untuk fogger bisa dari Puskesmas yang sudah mengerti takaran saat mencampur insektisida, bensin, sama solar. Karena kalau campurannya enggak benar hasilnya enggak maksimal," ujarnya.
Meski cukup secara jumlah, Novarita menegaskan fogging bukan cara terampuh menghentikan penyebaran DBD atau membunuh nyamuk Aedes Aegypti.
• RSUD Pasar Rebo dan RSUP Fatmawati Tampung 121 Pasien DBD
• Data Korban DBD Terbaru di Tangsel, 2 Orang Meninggal Dunia
Menjaga kebersihan lingkungan sekitar tetap merupakan cara paling ampuh mencegah penyakit, tak hanya DBD tapi juga lainnya.
"Sebenarnya yang paling bagus ya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat ya. Kalau lingkungan enggak sehat penyakit ya datang, enggak cuman DBD saja," tuturnya.
Data teranyar Dinkes Depok mencatat ada 314 orang penderita DBD, jumlah tersebut membuat Pemkot Depok menetapkan status siaga agar korban tak bertambah.