Ruangan Penuh, Pasien DBD Anak Dirawat di Selasar RSU Tangsel
Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) terus berdatangan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan sejak Oktober 2018 sampai hari ini.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) terus berdatangan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan sejak Oktober 2018 sampai hari ini, Kamis (31/1/2019).
Dua hari lalu, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Tangsel, Imbar Umar Ghozali menerangkan pasien DBD berjumlah 16 orang.
Hari ini, jumlahnya meningkat jadi 22 orang.
"Ada tiga pasien yang pulang, dan ada sembilan pasien yang masuk," ujar Imbar di RSU Tangsel.
Ia merinci, dari 22 pasien, 11 laki-laki dan 11 perempuan.
Secara administrasi, 17 warga Tangsel,dan lima lainnya warga luar Tangsel.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun terserang virus yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti itu.
Bahkan ada tiga dari empat pasien anak yang mengidap DBD dan harus dirawat di selasar, karena ruangan penuh.
"Ya karena ruangan penuh. Ya perawatannya sama, tidak dibedakan," ujarnya.
Di RSU Tangsel, hanya tersedia 29 tempat tidur untuk pasien anak.
Saat ini pihak RSU harus mengerahkan empat tempat tidur tambahan.
"Sudah satu malam di sini," ujar Jaka (33) yang sedang menjaga anaknya, Muhamad Faturahman (2).
Jaka mengatakan anaknya mengalami panas tinggi dan langsung dibawa ke puskesmas Ciputat.
Setelah tes darah, anaknya positif DBD dan langsung dirujuk ke RSU Tangsel.
"Trombositnya 90 ribu waktu itu," ujarnya.
• Ini Alasan Fogging Tak Efektif Basmi Nyamuk DBD
• 600 Warga Ibu Kota Terjangkit DBD, Anies Baswedan Seluruh Jajaran Gerak Cepat
Jaka tak bisa berbuat apa-apa tatkala anaknya tak mendapat ruangan.
Ia harus bersabar menjaga anaknya, meskipun kondisi selasar terkadang berisik.
"Iya kadang suka rewel anaknya," tutup Jaka.