Berniat Baik Berujung Dianiaya, Nasib 3 Kader Jumantik di Lenteng Agung Dapat Perhatian Anies
Korban pemukulan yang menimpa Nur Azizah, Djayanti dan Felicia Desi berlangsung di sebuah rumah, tepatnya di Jalan Haji Ali RT 08 RW 05.
Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Ketika saya lari, saya melihat teman saya dibenturkan badannya beberapa kali sama dia kemudian teman saya yang satu lagi mau lari enggak bisa akhirnya dipukulin beberapa kali. Dia yang lebih parah ketimbang saya," paparnya.
Tak berselang lama, warga sekitar mengadukan kasus pemukulan itu kepada pihak kepolisian sektor Jagakarsa.
Marwan pun dibawa ke Polsek Jagakarsa bersama para korban lainnya.
"Dia dibawa ke polsek, kami bertiga juga dibawa kesana untuk diminta keterangan. Saya berharap biar dihukum aja dia biar jera. Kalau enggak dihukum nanti akan terulang lagi. Takutnya ada korban lainnya untuk pelajaran dia," tambahnya.
Kejadian itu turut ditanggapi oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin yang sedang memeriksa sarang nyamuk di wilayah Lenteng Agung.
Arifin menekankan kepada pemilik rumah agar menghargai pengorbanan para jumantik karena tugasnya membantu mengusir sarang nyamuk yang bisa berdampak buruk bagi lingkungan tempat tinggal.
"Ya mungkin ada kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Saat ini lagi ditangani oleh pihak kelurahan. Kader jumantik itu memiliki tugas untuk melakukan pemeriksaan membantu mengingatkan para pemilik rumah untuk lebih rajin membersihkan sarang nyamuk. Karena tugas mereka sangat mulia," tambahnya.
Korban menolak damai
Keluarga korban pemukulan terhadap ketiga juru pemantau jentik (jumantik) Kelurahan Lenteng Agung mengharapkan pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya.
Korban pemukulan yang menimpa Nur Azizah, Djayanti dan Felicia Desi berlangsung di sebuah rumah, tepatnya di Jalan Haji Ali RT 08 RW 05 Kelurahan Lenteng Agung.
Suami dari Nur Azizah bernama Nurcholis geram atas pemukulan yang dilakukan oleh pelaku bernama Marwan Sangaji yang telah membuat istrinya babak belur.
"Saya ingin hadapin juga itu (pelakunya). Orang saya suaminya enggak pernah mukulin dia. Tiba-tiba orang lain kan saya emosi juga. Tapi udah ada yang nanganin saya ikuti jalurnya aja," terangnya kepada TribunJakarta.com Jumat (1/2/2019).

Nurcholis kemudian menegaskan dari masing-masing pihak keluarga korban telah sepakat agar tidak mengambil jalan damai.
"Saya bilang ke keluarga korban lain udah lanjutin saja jangan memakai sistem kekeluargaan tapi lewat jalur hukum. Ini udah kekerasan luar biasa," paparnya di Rumah Sakit Umum Zahirah, Jagakarsa.
Mertua dari Felicia Desi, Hamdani pun berang atas kejadian yang menimpa menantunya.