Breaking News:

Berniat Baik Berujung Dianiaya, Nasib 3 Kader Jumantik di Lenteng Agung Dapat Perhatian Anies

Korban pemukulan yang menimpa Nur Azizah, Djayanti dan Felicia Desi berlangsung di sebuah rumah, tepatnya di Jalan Haji Ali RT 08 RW 05.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Rombongan kader Jumantik RW 05 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang dianiaya salah seorang pria, Minggu (3/2/2019). 

"Saya mau ini diproses secara hukum. Ini udah penganiayaan. Kalau saya enggak ditahan warga lain, mungkin udah habis itu orang," timpalnya.

Selepas pemukulan itu, Marwan Sangaji digiring ke Polsek Jagakarsa untuk segera ditindaklanjuti.

Sementara para korban pemukulan telah divisum di IGD Rumah Sakit Zahirah dan telah diperbolehkan pulang.

Sekretaris Camat Jagakarsa, Mundari juga berharap kasus ini bisa segera diselesaikan melalui proses hukum yang sepadan dengan perbuatannya.

"Pelaku bernama Marwan Sangaji ini sudah di Polsek, mudah-mudahan terus tetap dilanjutkan permasalahan ini serta diproses karena mengingat ketiga jumantik sudah lumayan parah lukanya sehingga hukuman harus setimpal," tandasnya.

Pelaku langsung ditahan

ga perempuan petugas Juru Pemantau Jentik (jumantik) Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, jadi korban penganiayaan oleh warganya sendiri.

Akibatnya, tiga korban Felicia, 38, Djayanti, 38, dan Nur Azizah, 40, mengalami luka memar dibagian wajahnya dan lengannya.

Sebelumnya diberitakan, pemukulan terjadi ketika para korban mendatangani kediaman pelaku Marwan Sangaji (39) di Jalan Haji Ali RT 08/05, Lenteng Agung, pada Jumat (1/2/2019).

Satu petugas jumantik yang dipukul warga di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).
Satu petugas jumantik yang dipukul warga di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Karena alasan privasi, pelaku pun menolak kehadiran korban dan langsung menghakimi tiga petugas jumantik tersebut secara membabi buta.

Kanit Reskrim Polsek Jagakarta Iptu Sigit menuturkan, pihaknya langsung meringkus pelaku di kediamannya, usai mendapat laporan dari para korbannya.

 Dipukuli Warga, 3 Petugas Jumantik Diberikan Perawatan Intensif oleh Puskesmas Kecamatan Jagakarsa

"Pelaku langsung kami ringkus di kediamannya, usai korban membuat laporan di Polsek Jagakarsa," kata Sigit kepada TribunJakarta.com, Minggu (3/2/2019).

Sigit menjelaskan, saat ini pelaku masih mendekap dibalik jeruji besi ruang tahanan Polsek Jagakarsa akibat perbuatannya.

Menurut Sigit, belum ada upaya penyelesaian masalah tersebut secara kekeluargaan baik dari pihak keluarga pelaku maupun korban.

 (Video) Sekcam Jagakarsa Sambangi Rumah Petugas Jumantik yang Dipukuli Warga

"Belum ya belum ada upaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan, kami tetap menjalankan SOP dan prosedur, melakukan penahanan terhadap pelaku," kata Sigit.

Gubernur Anies jenguk dan berikan semangat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyambangi kader jumantik yang menjadi korban penganiayaan di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga kader jumantik Kelurahan Lenteng Agung menjadi korban penganiayaan oleh salah seorang warganya Marwan Sangaji (39), yang tak bersedia disambangi rumahnya.

Tiga kader jumantik tersebut adalah Felicia (38), Djayanti (38), dan Nur Azizah (40), yang mengalami luka memar dan lebam dibagian wajah serta lengannya.

Anies menuturkan, meski mengalami kekerasan ketika bertugas, ketiga kader jumantik tersebut tetap bersemangat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi kediaman salah seorang kader jumantik yang jadi korban kekerasan di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi kediaman salah seorang kader jumantik yang jadi korban kekerasan di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

"Jadi pertama bahwa kader jumantik tetap semangat, walau pun mengalami kekerasan mereka tak sedikit pun gentar," kata Anies di kediaman Djayanti, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/2/2019).

 Belum Ada Upaya Kekeluargaan, Pelaku Pemukulan Petugas Jumantik Masih Mendekap Dibalik Jeruji

Lanjut Anies, para kader jumantik yang mengalami kekerasan justru ingin menunjukan bahwa tindakan kekerasan itu tidak menyurutkan semangatnya, tapi justru makin menambah semangat para kader.

Menurut Anies, tugas dan peran para kader jumantik ini sangatlah penting, karena para kader merupakan orang-orang yang peduli terhadap lingkungan.

"Kader jumantik ini sangat penting, karena itu saya meminta pada seluruh masyarakat agar menyambut para kader jumantik dengan baik, mereka adalah orang-orang yang peduli pada lingkungan, mereka adalah kader yang menjaga kesehatan masyarakat," kata Anies.

Terakhir, Anies berpesan kepada seluruh masyarakat apabila menyaksikan ada tanda-tanda atau potensi sambutan yang kurang baik terhadap kehadiran jumantik, agar segera melaporkannya ke pihak berwajib.

"Bila menyaksikan tanda-tanda sambutan yang kurang baik, maka segera laporkan. Seperti peristiwa ini pelakunya langsung dilaporkan dan langsung ditahan di Polsek Jagakarsa, dan kami tidak akan membiarkan kejadian ini berlalu tanpa ada hukuman yang setimpal," kata Anies.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved