Nasib RUU Permusikan: Ditolak Ratusan Musikus, Disebut Nyeleneh dan Ditolak PKB

RUU Permusikan dinilai menyimpan banyak masalah yang berpotensi membatasi, menghambat dukungan perkembangan proses kreasi, justru merepresi musikus

Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Muhammad Zulfikar
Instagram/Endah N Rhesa
Poster penolakan para artis musik terhadap RUU Permusikan 

Menurut Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca, pasal tersebut bersifat karet dan membuka ruang bagi kelompok penguasa atau siapapun untuk melakukan persekusi.

Selain itu, Cholil menilai pasal tersebut bertolak belakang dengan semangat kebebasan berekspresi dalam berdemokrasi yang dijamin oleh UUD 1945.

“Pasal karet seperti ini membukakan ruang bagi kelompok penguasa atau siapapun untuk mempersekusi proses kreasi yang tidak mereka sukai," kata Cholil.

Atas penolakan itu, koalisi juga menginisiasi petisi daring penolakan RUU Permusikan melalui www.change.org. Hingga Selasa (5/2/2019) pukul 10.00 WIB, sebanyak 170.323 orang telah mendukung petisi tersebut. (Kristian Erdianto)

2. Glenn Fredly: Tetap Perlu Dibahas

Penyanyi Glenn Fredly merasa RUU Permusikan tetap harus dibahas untuk menentukan masa depan belantika musik Tanah Air.

Menurut Glenn, pro dan kontra adalah hal biasa dalam setiap hal, termasuk RUU Permusikan.

"Ini kalau enggak dibicarakan mau sampai kapan bakal begini. Share market (musik) kita dari sekian peringkat, kita rendah banget ada sekitar di 30," ungkap Glenn saat ditemui di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Glenn melihat ada sesuatu yang salah di dalam industri musik Indonesia, di mana banyaknya konser serta musisi yang produktif tapi tak mendorong sumbangsih yang banyak pula.

"Contoh deh, pemasukan dari dunia musik saja kecil banget, cuma 0,49 persen ke PDB (produk domestik bruto). Bayangin, ini mau sampai kapan tata kelola musik kita begini," tandas Glenn.

"Misalnya kayak orang yang cerita tentang dibayar dua ratus ribu seharian manggung di cafe," sambungnya.

Glenn menyarankan kepada para pelaku musik Tanah Air untuk mau membuka mata sejenak dan berdiskusi tentang masa depan musik Indonesia.
"Makanya hal-hal kayak gini harus dikaji secara mendalam secara komprehensif, hari ini sangat positif lah kalau dilihat kayak masukan teman-teman yang enggak setuju (RUU Permusikan). Artinya semua sama, pengin industri yang baik," ucap Glenn.

"Sama, semua itu semangat yang positif sih. Dan ini bisa dibilang, kami sekaligus pelaku seni ingin menjadikan ini katalisator untuk terus membangun ekosistem yang sehat kedepannya," sambungnya.
Glenn meminta kepada para pelaku musik untuk tidak khawatir berlebihan dalam menunjukkan protes terhadap RUU Permusikan.

Menurut Glenn, masih banyak waktu kepada para pelaku musik untuk memperbaiki bersama kelemahan dari RUU tersebut.

"Gini, kan ini prosesnya masih panjang, kan ada lima tahapan UU itu (untuk bisa disahkan) dari perencanaan sampai pengesahan, kan dari November 2018, ini masih panjang," pungkasnya.

Komentar Jerinx SID
Komentar Jerinx SID (Instagram Ashanty)
Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved