Pilpres 2019

Fadli Zon Dituding Caci Kiai Lewat Puisi, Gus Nadir: Mungkin Dia Harus Lebih Berpuasa

Intelektual muda NU, Gus Nadir, menyoroti puisi Fadli Zon lewat kata-kata sederhana tapi menghujam. Mengaitkan puisi, dengan puas dan puasa.

Fadli Zon Dituding Caci Kiai Lewat Puisi, Gus Nadir: Mungkin Dia Harus Lebih Berpuasa
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Fadli Zon saat ditenui awak media di Rutan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kiai Haji Maimun Zubair adalah ulama sepuh, alim, penggerak, dan rujukan dalam bidang fiqh.

Beberapa hari belakangan Mustasyar PBNU yang akrab disapa Mbah Moen ini menjadi komoditas politik.

Pengasuh Pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, ini viral hanya karena salah ucap dalam doanya.

Sedianya, Mbah Moen mendoakan calon presiden 01 Joko Widodo agar kembali terpilih di Pilpres 2019.

Tapi yang terucap malah menyebut nama Prabowo Subianto, calon presiden 02.

Salah ucap Mbah Moen dalam doanya menjadi komoditas politik dan dimanfaatkan politikus Fadli Zon.

Wakil Ketua Umum Gerindra itu membuat puisi Doa yang Ditukar.

Belakangan doa ini menjadi kontroversi.

Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur, sampai bertanya kepada Fadli Zon maksud kata 'Kau' di puisi tersebut.

Terbaru, intelektual muda Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen turut memberikan komentar.

Halaman
1234
Penulis: yogi gustaman
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved